PLN Blak-blakan soal Biang Kerok Blackout Sumatra
Jakarta, PT PLN (Persero) membeberkan penyebab listrik padam total (blackout) yang terjadi di wilayah Sumatra berhubungan dengan fenomena power swing atau osilasi tegangan tinggi p...
Edwin menyampaikan pada hari itu terjadi gangguan pada transmisi 275 kV New Aur Duri ke arah Sumsel 5 dan merupakan inputan menuju jalur 500 kV yang ada di bagian timur.Lihat Juga :PLN Klaim Listrik di Sumut Pulih Total Sejak Minggu Malam
"Nah ini terjadi, kemudian kedua sirkuitnya trip sehingga jalur 500 kV keluar dari sistem. Ini diduga karena terjadi kondisi cuaca yang pada saat itu hujan dan angin kencang," terangnya.Lebih lanjut, ia mengatakan saat aliran arus yang biasanya menuju di jalur timur tersebut menuju dari selatan ke utara itu putus, maka aliran itu berbalik ke selatan dan berpindah ke arah barat, ke arah 275 kV."Ketika osilasi tersebut sampai pada satu tahap teknikal tertentu, maka di jalur barat tadi, di jalur 275 kV tadi, itu juga perlu mengisolasikan diri agar jangan sampai power swing tadi itu menyebabkan gangguan yang lebih luas. Nah kemudian di titik tersebut, arah Muara Bungo ke Sungai Rumbai, dua sirkuit juga trip," sambungnya.Edwin memaparkan terpisahnya jalur tersebut membuat sistem kelistrikan Sumatra terbelah menjadi dua. Wilayah selatan yang meliputi Lampung dan Palembang tetap normal karena mempunyai pasokan pembangkit yang cukup. Namun, wilayah utara yang meliputi Jambi hingga Aceh mengalami defisit pembangkit yang parah."Tetapi apa yang terjadi di daerah utara adalah di sana kekurangan dari pembangkit, frekuensinya rendah. Karena frekuensi rendah, pembangkit-pembangkit ada yang tidak tahan, kemudian trip, lalu terjadi domino effect. Trip satu," ujar Edwin.
"Kemudian pembangkit-pembangkit lain frekuensinya semakin turun, kemudian akhirnya pembangkit-pembangkit di bagian utara trip semua, sehingga pelanggan-pelanggan kami di Jambi, di Riau, Sumbar, Sumut, dan Aceh mengalami pemadaman," tambahnya.Ia mengatakan proses pemulihan di masing-masing wilayah membutuhkan waktu yang berbeda-beda karena perbedaan jenis pembangkit.Edwin menjelaskan pembangkit diesel dan gas (black start) menyala dalam kurun waktu 3-5 jam, sedangkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) membutuhkan waktu 20-30 jam agar bisa sinkron kembali dengan sistem."Insyaallah pada hari ini, pembangkit-pembangkit besar sudah masuk, seperti di Pangkalan Susu dan beberapa tempat lainnya sudah masuk. Insyaallah pada hari ini dan sore ini tidak ada terjadi lagi pemadaman di sistem Sumatra," ungkap Edwin. (tfq/fln)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260525160525-85-1362205/pln-blak-blakan-soal-biang-kerok-blackout-sumatra
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
27 May 2026
Bank Sentral Amerika Minta Dunia Pangkas Konsumsi Minyak dan Gas
27 May 2026
Menyalahi Aturan, Kemendag 'Take Down' 2.639 Iklan Digital
27 May 2026
Tebar Rasa Syukur, PNM Salurkan Hewan Kurban ke Warga di 18 Cabang
27 May 2026
Wamentan Sebut Stok Hewan Kurban 2026 Melimpah, Surplus 800 Ribu Ekor
27 May 2026
Aturan Upah Lembur Libur Nasional: Apa Masuk Kerja Wajib Dibayar Uang?
27 May 2026
GAPKI Bersuara soal Purbaya Kantongi 10 Perusahaan Ekspor CPO Nipu