Rupiah Tersungkur ke Rp17.803 per Dolar AS Sore Ini
Jakarta, Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp17.803 per dolar AS pada perdagangan Selasa (26/5). Mata uang Garuda melemah 87,9 poin atau 0,40 persen dibandingkan penutupan sebelu...
Adapun mata uang utama negara maju mayoritas juga melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,06 persen, poundsterling Inggris melemah 0,19 persen, dolar Australia terkoreksi 0,13 persen, serta franc Swiss turun 0,20 persen. Sedangkan dolar Kanada bergerak stabil.Lihat Juga :Harga Minyak Melambung ke US$97,56 usai AS Gempur Iran di Selat Hormuz
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen eksternal dan domestik.Dari eksternal, pasar masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah setelah muncul laporan Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap lokasi peluncuran rudal dan kapal penebar ranjau di Iran selatan."Militer AS mengklaim serangan dilakukan untuk membela diri dan gencatan senjata dengan Iran tetap berlaku. Namun, aksi militer baru ini berpotensi mempersulit negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung," ujar Ibrahim kepada .com.Ia mengatakan ketidakpastian tersebut membuat pelaku pasar tetap berhati-hati meski sebelumnya sempat muncul laporan mengenai potensi kesepakatan kerangka kerja antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.Lihat Juga :H-1 Iduladha Pedagang Hewan Kurban Menjerit, Penjualan Turun 60 PersenDari domestik, Ibrahim menilai pelemahan rupiah mulai memicu kekhawatiran terhadap kondisi industri nasional dan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK)."Krisis kepercayaan yang berdampak terhadap krisis ekonomi mulai terlihat akibat pelemahan rupiah yang belum jelas sampai kapan akan terjadi. Kondisi ini meningkatkan biaya produksi perusahaan, khususnya industri yang bergantung pada bahan baku impor," katanya.Ia menambahkan tekanan industri juga dipicu konflik geopolitik global yang mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) industri nonsubsidi sehingga menambah beban biaya produksi perusahaan.Menurut Ibrahim, tekanan tersebut mulai berdampak pada sejumlah sektor seperti elektronik, otomotif, tekstil, garmen, hingga alas kaki."Potensi PHK di sektor formal industri dapat mencapai 9 ribu pekerja dalam tiga bulan ke depan," ujarnya.Ia memperkirakan pergerakan rupiah setelah libur Iduladha akan berada dalam rentang Rp17.790 hingga Rp17.850 per dolar AS. (lau/pta)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260526154904-78-1362585/rupiah-tersungkur-ke-rp17803-per-dolar-as-sore-ini
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
27 May 2026
Bank Sentral Amerika Minta Dunia Pangkas Konsumsi Minyak dan Gas
27 May 2026
Menyalahi Aturan, Kemendag 'Take Down' 2.639 Iklan Digital
27 May 2026
Tebar Rasa Syukur, PNM Salurkan Hewan Kurban ke Warga di 18 Cabang
27 May 2026
Wamentan Sebut Stok Hewan Kurban 2026 Melimpah, Surplus 800 Ribu Ekor
27 May 2026
Aturan Upah Lembur Libur Nasional: Apa Masuk Kerja Wajib Dibayar Uang?
27 May 2026
GAPKI Bersuara soal Purbaya Kantongi 10 Perusahaan Ekspor CPO Nipu