Awas, Turis Unggah Video Serangan Rudal di Timur Tengah Bisa Dipidana
Judul: Awas, Turis Unggah Video Serangan Rudal di Timur Tengah Bisa Dipidana Jakarta, Media sosial saat ini tengah dibanjiri unggahan dari para influencer hingga turis yang mereka...
Jakarta, Media sosial saat ini tengah dibanjiri unggahan dari para influencer hingga turis yang merekam momen pencegatan rudal balistik di langit Timur Tengah.Namun, otoritas keamanan di kawasan tersebut memperingatkan bahwa tindakan membagikan cuplikan tersebut dapat berujung pada konsekuensi hukum serius.Pemerintah di sejumlah negara Teluk mulai memperketat pengawasan terhadap konten digital demi menjaga keamanan nasional dan mencegah penyebaran berita bohong (hoax).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas keamanan menekankan bahwa pembatasan ini bukan tanpa alasan. Ada dua risiko utama yang ditimbulkan dari unggahan warga sipil:Pilihan RedaksiStudi Ungkap 3 Negara dengan Penipuan Taksi Terbanyak di Asia TenggaraJumlah Turis Asing Ditolak Masuk Singapura Melonjak Hampir 40 PersenKorea Selatan Beri Fasilitas Bebas Visa buat WNI, tapi Ada Syaratnya 1. Membocorkan Posisi Militer: Video pencegatan rudal dapat mengungkap lokasi persis sistem pertahanan udara (seperti Iron Dome atau Patriot), yang menjadi informasi intelijen berharga bagi musuh.2. Evaluasi Serangan Lawan: Rekaman dampak ledakan di darat dapat digunakan musuh untuk memperbaiki akurasi serangan berikutnya dengan mengetahui titik mana yang berhasil ditembus.Melansir Euronews, aturan serupa diketahui juga diterapkan secara ketat di Ukraina selama invasi Rusia guna melindungi kerahasiaan operasi militer.Beberapa negara telah mulai melakukan penangkapan terhadap pelanggar di antaranya, Bahrain yang menangkap dua orang pada Sabtu (28/2) karena menyiarkan secara langsung (live broadcast) situasi serangan."Siapa pun yang merekam atau menyebarkan video dari lokasi kejadian akan dimintai pertanggungjawaban hukum karena mengancam ketertiban umum," tegas Kementerian Dalam Negeri Bahrain.Otoritas Kuwait juga melarang perekaman aktivitas petugas keamanan yang sedang bertugas guna mencegah kecemasan publik dan penyebaran informasi yang tidak akurat.Sementara untuk Qatar dan Dubai, Media Office setempat mendesak warga untuk tidak menyebarkan rumor atau foto kerusakan pascaserangan guna menghindari jeratan hukum.Pemerintah negara-negara Timur Tengah mengimbau masyarakat untuk hanya mempercayai dan membagikan informasi dari kanal resmi guna menghindari disinformasi. Berikut adalah beberapa akun otoritas yang disarankan untuk diikuti:- Bahrain: @moi_bahrain- Uni Emirat Arab: @DXBMediaOffice / @ADMediaOffice- Qatar: @MOI_QatarEn- Kuwait: @Moi_kuw- Yordania: @moi_jor- Arab Saudi: @MOISaudiArabiaBagi warga negara asing, termasuk WNI yang berada di kawasan tersebut, sangat disarankan untuk melakukan lapor diri ke kedutaan besar setempat guna mendapatkan pembaruan keamanan secara berkala langsung dari sumber yang sah. (wiw)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260302093627-269-1333246/awas-turis-unggah-video-serangan-rudal-di-timur-tengah-bisa-dipidana
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
07 Apr 2026
FOTO: Tarian Geisha Menyambut Musim Semi di Jepang
07 Apr 2026
Ini Arti Level A-D pada Label 'Nutri-Level' pada Produk Makanan
07 Apr 2026
Pesona Wisata Kali Jodoh di Balik Mitos Wisatawan Jadi Enteng Jodoh
07 Apr 2026
Oatmeal vs Yogurt, Mana Menu Sarapan yang Lebih Sehat?
07 Apr 2026
Siap-siap, Maskapai Akan Naikkan Harga Tiket Pesawat hingga 13 Persen
07 Apr 2026
BPOM Setujui Penerapan 'Nutri-Level', Cegah Konsumsi Gula Berlebih