Gaya Hidup 20 Apr 2026 1 views

Indonesia Peringkat 5 Dunia Diabetes, Banyak Tak Sadar Sudah Sakit

Daftar Isi Banyak belum sadar, hanya sedikit yang terkontrol Gaya hidup jadi pemicu utama Risiko komplikasi dan beban biaya Jakarta, Indonesia kini masuk lima besar negara deng...

Indonesia Peringkat 5 Dunia Diabetes, Banyak Tak Sadar Sudah Sakit
Daftar Isi

Banyak belum sadar, hanya sedikit yang terkontrol

Gaya hidup jadi pemicu utama

Risiko komplikasi dan beban biaya

Jakarta, Indonesia kini masuk lima besar negara dengan jumlah penyandang diabetes terbanyak di dunia. Angka ini bukan hanya soal peringkat, tetapi mencerminkan masalah yang lebih besar, banyak orang hidup dengan diabetes tanpa menyadarinya.
Data International Diabetes Federation (IDF) 2025 mencatat, sekitar 20,4 juta penduduk Indonesia usia 20-79 tahun hidup dengan diabetes. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi kelima dunia, di bawah China, India, Amerika Serikat, dan Pakistan.

Pilah-pilih Waktu Terbaik Makan Camilan Manis, Kapan Itu?

Di sisi lain, tren penyakit ini terus meningkat. Bahkan, secara global jumlah penyandang diabetes diperkirakan mencapai 589 juta orang atau sekitar 11,1 persen populasi dunia.
Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan, dokter Siti Nadia Tarmizi, menyebut banyak kasus diabetes di Indonesia belum terdiagnosis.
"Permasalahannya, yang belum didiagnosis masih banyak. Padahal, diabetes melitus (DM) juga menjadi penyebab disabilitas. Jadi, kita jangan berpikir bahwa sakit DM itu tenang-tenang saja," ujarnya dalam diskusi Kolaborasi Strategis Bersama Kemenkes dan PERKENI, di Jakarta, Jumat (17/4).
6 Tanda Puber Kedua pada Pria, Tak Melulu soal 'Jatuh Cinta' Lagi
Diabetes Bisa Picu Perdarahan di Mata, Waspada Risiko Terjadi Kebutaan
Kemenkes Resmi Terapkan Aturan Nutri-Level, Cegah Gula Berlebih
Menurut Nadia, diabetes sering dianggap sepele karena gejalanya tidak selalu terasa di awal. Padahal, dampaknya bisa serius jika tidak ditangani.
"Kadar gula yang tinggi di dalam pembuluh darah itu menyebabkan luka-luka dari pembuluh darah, ya, sehingga kita tahu sebagai permasalahan mikrovaskuler," katanya.
Kerusakan pembuluh darah ini kemudian bisa berdampak ke berbagai organ tubuh, mulai dari ginjal, mata, hingga jantung.
Banyak belum sadar, hanya sedikit yang terkontrol
Data menunjukkan, persoalan diabetes di Indonesia bukan hanya soal jumlah kasus, tetapi juga soal pengelolaan.
Dari total kasus diabetes 2024, hanya sekitar 35,4 persen yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan. Artinya, jutaan orang hidup dengan kondisi ini tanpa mengetahui status kesehatannya.
Bahkan data dari mereka yang sudah terdiagnosis, baru sekitar 68,1 persen mendapatkan pengobatan. Hanya sekitar 20,2 persen yang benar-benar berhasil mengendalikan penyakitnya.
Angka ini menggambarkan diabetes tidak hanya masalah medis, tetapi juga masalah kesadaran dan perilaku.
Gaya hidup jadi pemicu utama
Nadia menegaskan, diabetes termasuk penyakit tidak menular yang sangat dipengaruhi oleh gaya hidup.
"Kalau penyakit tidak menular itu jarang umumnya kita langsung dapat pada usia muda, tapi karena perilaku yang tidak benar itu yang kemudian bergeser," ujarnya.
Ia menyebut beberapa faktor risiko utama, seperti pola makan tinggi gula, garam, dan lemak, kurang aktivitas fisik, hingga kebiasaan merokok.
Salah satu yang paling disorot, yakni konsumsi minuman manis yang terus meningkat, terutama di kalangan anak muda.
"Fakta nyata, kan minuman manis yang berkemasan maupun yang siap saji itu terus-menerus meningkat. Siapa yang tidak kenal dengan berbagai jenis kopi, berbagai jenis boba, berbagai jenis teh," kata Nadia.
Fenomena ini makin diperparah dengan kebiasaan konsumsi tinggi gula dalam satu waktu.
Risiko komplikasi dan beban biaya
Selain jumlah kasus yang besar, diabetes juga membawa konsekuensi serius dalam jangka panjang.
Penyakit ini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, bersama stroke, penyakit jantung, dan sirosis. Bahkan, diabetes juga berkaitan erat dengan peningkatan kasus penyakit ginjal.
"Orang-orang diabetes melitus itu cenderung kalau diabetes melitus-nya tidak benar, dia berasanya sakit ginjal," kata Nadia.
Dari sisi pembiayaan, beban yang ditimbulkan juga tidak kecil. Data menunjukkan, biaya penanganan penyakit terkait diabetes, seperti gagal ginjal, meningkat hingga 478 persen dalam tujuh tahun terakhir.
Melihat tren ini, diabetes tidak lagi bisa dipandang sebagai penyakit individu semata. Ini adalah masalah kesehatan masyarakat yang berkaitan erat dengan pola hidup sehari-hari.
Nadia menekankan pentingnya perubahan perilaku sebagai kunci pencegahan. Mulai dari mengurangi konsumsi gula, meningkatkan aktivitas fisik, hingga rutin memeriksa kesehatan menjadi langkah sederhana yang bisa berdampak besar.
Seperti yang terlihat dari data, masalah terbesar bukan hanya pada jumlah penderita, tetapi pada mereka yang tidak sadar sedang sakit. (anm/rti)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260420111745-255-1349953/indonesia-peringkat-5-dunia-diabetes-banyak-tak-sadar-sudah-sakit
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.