Pemerintah Gaza Minta Komite Bentukan Trump Segera Mulai Bertugas
Pemerintah Jalur Gaza, Palestina, mendesak Komite Nasional untuk Administrasi Gaza agar segera memasuki wilayah tersebut dan memulai tugasnya. Melalui pernyataan yang dirilis Kanto...
Otoritas Gaza menyambut baik komite tersebut dan mendesak mereka untuk segera bertugas. "Mengingat perkembangan politik dan administratif yang sedang berlangsung, dan karena keinginan untuk memastikan berfungsinya pekerjaan kelembagaan secara teratur dan kesinambungan layanan penting, kami menyambut Komite Nasional untuk Administrasi Gaza dan menekankan pentingnya kehadiran mereka secepatnya untuk mengemban tugas dan tanggung jawab nasional," demikian pernyataan kantor pemerintah, seperti dikutip Anadolu Agency.
Pemerintah Gaza menegaskan kesiapan penuh mereka "untuk menyerahkan kekuasaan yang relevan" dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan, secara profesional dan sesuai hukum, untuk bekerja sama dengan komite. "Semua lembaga dan departemen pemerintah di Gaza beserta karyawan di berbagai sektor sepenuhnya siap untuk bekerja sama dengan komite demi melayani kepentingan publik, berkontribusi pada peningkatan layanan, meringankan penderitaan rakyat, serta meningkatkan stabilitas administrasi dan kelembagaan," lanjut pernyataan tersebut.
Pernyataan ini muncul hampir sebulan setelah Trump membentuk Komite Nasional untuk Administrasi Gaza pada 16 Januari lalu. Pembentukan komite ini merupakan bagian dari fase kedua kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas yang berlaku pada 10 Oktober lalu.
Komite Nasional untuk Administrasi Gaza dipimpin oleh Ali Shaath, seorang teknokrat Palestina. Ia dibantu oleh 14 anggota, termasuk Abdul Karim Ashour (pertanian), Jaber Al-Daour (pendidikan), Bashir Al-Rais Ali Barhoum (keuangan), Aed Yaghi (kesehatan), Osama Al Saadawi (perumahan), dan Sami Nasman (urusan dalam negeri).
Sejak dibentuk, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza belum beroperasi di Gaza. Mereka bekerja dari Kairo, ibu kota Mesir, sehari setelah dibentuk. Masuknya anggota komite ke Gaza memerlukan koordinasi lapangan dan keamanan dengan Israel, yang mengendalikan perbatasan Gaza. Belum ada penjelasan resmi dari komite mengenai alasan mereka belum memasuki Gaza.
Agresi Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 72 ribu warga Palestina, melukai lebih dari 171 ribu warga, dan menghancurkan 90 persen infrastruktur sipil. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi Gaza membutuhkan sekitar US$70 miliar (sekitar Rp1.178 triliun).
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20251027201214-120-1289020/pemerintah-gaza-minta-komite-bentukan-trump-segera-mulai-bertugas
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
14 Feb 2026
Konspirasi Gedung Putih dan Epstein Buat Gulingkan Paus Terbongkar
14 Feb 2026
FOTO: Israel Bebaskan 53 Jenazah dan Potongan Tubuh Warga Gaza
14 Feb 2026
Presiden Iran Blak-blakan Cuma Digaji Rp16,8 Juta Imbas Krisis
14 Feb 2026
Israel Kembali Batasi Akses Muslim ke Masjid Al-Aqsa Selama Ramadan
14 Feb 2026
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Shutdown Buntut Chaos Operasi ICE
14 Feb 2026
Militer AS Dikabarkan Sedang Bersiap Operasi di Iran, Mau Perang?