Internasional 29 Mar 2026 6 views

Iran Tantang Trump soal Niat Invasi: Kami Tunggu Kedatangan Tentara AS

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan Amerika Serikat (AS) terkait rencana operasi militer darat yang dikabarkan sedang disiapkan. Pernyataan ini muncul di...

Iran Tantang Trump soal Niat Invasi: Kami Tunggu Kedatangan Tentara AS
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan Amerika Serikat (AS) terkait rencana operasi militer darat yang dikabarkan sedang disiapkan. Pernyataan ini muncul di tengah konflik yang telah berlangsung selama dua bulan.

Dalam keterangan yang dikutip oleh kantor berita Islamic Republic News Agency (IRNA) pada Minggu (29/3), Ghalibaf menegaskan bahwa pasukan Iran siap menghadapi kedatangan tentara AS. Ia juga mengkritik Presiden AS Donald Trump yang di satu sisi menyatakan kesediaan untuk bernegosiasi, namun di sisi lain "secara diam-diam merencanakan serangan darat" ke Iran.

"Musuh secara terbuka menyampaikan pesan negosiasi, namun diam-diam merencanakan serangan darat," ujar Ghalibaf seperti dikutip Al Jazeera. "Pasukan kami menunggu kedatangan tentara Amerika di darat untuk membakar mereka," tambahnya.

Sebelumnya, pada hari yang sama, media AS melaporkan bahwa Pentagon sedang mempersiapkan operasi darat selama beberapa pekan di Iran. Laporan ini muncul setelah militer AS mengumumkan kedatangan 3.500 personel dari 31st Marine Expeditionary Unit ke kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan The Washington Post, Pentagon sedang mempersiapkan tentara AS untuk operasi militer darat ke Iran selama beberapa pekan. Para pejabat AS menyatakan bahwa kemungkinan operasi darat ini "tidak akan sampai pada invasi skala penuh" dan dapat melibatkan serangan oleh pasukan khusus serta "infanteri konvensional." Namun, belum jelas apakah Trump akan menyetujui seluruh, sebagian, atau tidak satu pun dari rencana Pentagon tersebut.

Nama Bagher Ghalibaf sendiri sempat menjadi sorotan setelah Presiden AS Donald Trump disebut-sebut membidik dia untuk menjadi pemimpin tertinggi Iran di masa depan. Dua sumber yang akrab dengan masalah tersebut mengatakan beberapa pejabat Gedung Putih memandang Ghalibaf sebagai mitra yang bisa diandalkan dan bisa diajak negosiasi di masa depan.

"Pemerintahan Trump diam-diam mempertimbangkan ketua parlemen Iran sebagai mitra potensial - dan bahkan pemimpin masa depan," demikian laporan Politico seperti dikutip Reuters Selasa (24/3).

Dalam kesempatan terpisah, Trump sempat sesumbar bahwa utusannya sedang bernegosiasi dengan Iran mengenai perang tanpa menyebut nama secara rinci. Sejumlah media AS dan Israel kemudian melaporkan bahwa Ghalibaf adalah orang yang dimaksud Trump. Namun, ia dan pemerintahan Iran membantah klaim tersebut.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260329161353-120-1342316/pejabat-iran-pilihan-trump-tantang-as-kami-tunggu-kedatangan-amerika
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.