Macron Kutuk Keras Israel yang Larang Patriark ke Gereja Makam Kudus
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengecam keras Israel setelah melarang Patriark Latin Yerusalem Kardinal Pierbattista Pizzaballa dan para pemimpin gereja lainnya masuk ke Gereja...
Melalui unggahan di X pada Senin (30/3), Macron menyatakan, "Saya mengutuk keputusan polisi Israel, yang menambah serangkaian pelanggaran status tempat-tempat suci di Yerusalem yang mengkhawatirkan." Ia menambahkan bahwa kebebasan beribadah di Yerusalem harus dijamin untuk semua agama, serta menyampaikan dukungannya kepada Patriark Latin Yerusalem dan umat Kristen di Tanah Suci.
Pernyataan Macron ini muncul setelah kepolisian Israel menghalangi Patriark Pizzaballa, para pastor, dan penjaga gereja saat mereka hendak merayakan Misa Suci. Polisi menghentikan mereka di tengah jalan, memaksa mereka untuk berbalik arah.
Akibat insiden tersebut, Patriarkat menyatakan pada Minggu, seperti dikutip AFP, bahwa untuk pertama kalinya dalam berabad-abad, para pemimpin Gereja tidak dapat memimpin misa Minggu Palma di Gereja Makam Kudus. Mereka menyebut insiden ini sebagai preseden serius yang mengabaikan perasaan miliaran orang di seluruh dunia yang pada pekan ini memandang Yerusalem.
Pihak gereja menegaskan bahwa mereka telah bertindak dengan penuh tanggung jawab dan mematuhi semua pembatasan yang diberlakukan Israel di tengah kondisi perang. Salah satu langkah yang diambil adalah membatalkan prosesi tradisional Minggu Palma dari Bukit Zaitun menuju Yerusalem, yang biasanya dihadiri ribuan umat Katolik setiap tahun. Namun, tindakan melarang pimpinan gereja memasuki Gereja Makam Kudus kali ini dinilai tidak masuk akal.
Sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan operasi brutal ke Iran, pemerintahan Benjamin Netanyahu telah melarang kerumunan besar, termasuk di sinagoga, gereja, dan masjid. Seluruh kegiatan publik dibatasi sekitar 50 orang.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260330131953-134-1342527/prancis-marah-israel-larang-patriark-latin-masuk-gereja-makam-kudus
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
06 Apr 2026
Mampukah Pakistan Jadi Mediator AS-Israel vs Iran?
06 Apr 2026
Kengerian Penyelamatan Pilot AS hingga Nyaris Terjebak di Iran
06 Apr 2026
Viral Rumor Trump Masuk Rumah Sakit, Ini Kata Gedung Putih
06 Apr 2026
AS-Iran Disebut 'Diam-diam' Berembuk Bahas Gencatan Senjata 45 Hari
06 Apr 2026
Trump Sebut Penyelamatan Pilot F-15 AS di Iran 'Mukjizat Paskah'
06 Apr 2026
30 Universitas Iran Digempur AS-Israel Sejak Perang Pecah