Sempat Adu Mulut, SK Keraton Solo Akhirnya Diserahkan ke Tedjowulan
Solo, Menteri Kebudayaan Fadli Zon akhirnya secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) nomor 8 tahun 2026 kepada Kanjeng Gusti Panembahan Agung (KG-PA) Tedjowulan. Penyerahan SK...
Fadli Zon menegaskan, "Untuk kepemimpinan Keraton saat ini pelaksananya Panembahan Agung Tedjowulan."
SK tersebut menunjuk Gusti Tedjo, sapaan akrab Tedjowulan, sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional. Fadli Zon menjelaskan bahwa penunjukan ini penting agar jelas siapa yang bertanggung jawab jika pemerintah memberikan dana hibah.
Kondisi Keraton Surakarta saat ini rumit karena dua putra mendiang SISKS Pakubuwana XIII sama-sama mengklaim sebagai penerus takhta kerajaan. Di sisi lain, pelestarian budaya dan bangunan Keraton Surakarta harus terus berjalan. Fadli Zon menekankan perlunya segera menunjuk penanggung jawab untuk pelestarian Keraton. "Kalau enggak, Pemerintah tidak bisa memberikan bantuan. Nanti pemerintah juga yang disalahkan," ujarnya.
Selain sebagai penanggung jawab, Gusti Tedjo juga dipercaya Fadli Zon untuk menengahi dua kubu yang bersengketa mengenai penguasa sah Keraton Surakarta. "Terkait dengan musyawarah mufakat (soal pewaris tahta), nanti beliau (Tedjowulan) akan mengundang semua kerabat untuk duduk bersama," kata Fadli Zon.
Acara penyerahan SK sempat diwarnai adu mulut antara dua kubu Keraton. Kubu SISKS Pakubuwana XIV Purbaya menolak SK tersebut karena merasa tidak dilibatkan dalam penetapan Gusti Tedjo sebagai penerima mandat dari Kementerian Kebudayaan. Acara serah terima SK yang semula dijadwalkan di Sasana Parasdya akhirnya dihentikan. Fadli Zon kemudian meninjau Kawasan Keraton Surakarta yang membutuhkan renovasi besar-besaran, terutama di Kompleks Keputren.
Setelah peninjauan, Fadli Zon menyerahkan SK Menteri Kebudayaan nomor 8 tahun 2026 kepada Tedjowulan di Sasana Hadrawina. "Sebenarnya SK ini sudah kita serahkan beberapa hari yang lalu di Jakarta. Ini cuma formalitas saja, supaya ada foto yang bagus," canda Fadli Zon.
Gusti Tedjo menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan tugas dari Kementerian Kebudayaan terkait pelestarian dan pemanfaatan Keraton Surakarta. "Keputusan penetapan penunjukan kepada kami ini merupakan mandat yang sangat besar dari negara untuk menyelamatkan, melestarikan, dan memajukan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat," kata Tedjowulan.
Ia juga mengajak semua pihak di internal Keraton Surakarta untuk memanfaatkan perhatian dari Pemerintah ini sebagai momen untuk bersatu. "Khusus kepada Keluarga Besar Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, kami mengajak untuk mensyukuri perhatian besar dari pemerintah ini sebagai momentum untuk kembali bersatu dan benar-benar menyatu sebagai keluarga besar," tambahnya.
Gusti Tedjo mengingatkan bahwa Keraton Surakarta telah berkonflik sejak SISKS Pakubuwana XII wafat pada tahun 2004 silam. "Kita memiliki pengalaman panjang di masa lalu yang dapat kita jadikan pelajaran sangat berharga untuk melanjutkan perjalanan panjang di masa depan," pungkasnya.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260118153735-32-1318201/sempat-adu-mulut-sk-keraton-solo-akhirnya-diserahkan-ke-tedjowulan
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
16 Feb 2026
Volume Kendaraan Menuju Malang Meningkat 5,5% pada Libur Imlek
16 Feb 2026
Balita di Surabaya Diduga Disiksa Paman dan Bibi
16 Feb 2026
Jelang Imlek, Pesisir Utara Surabaya Terendam Banjir Rob
16 Feb 2026
KAI Sumut Catat 35.265 Penumpang KA pada Long Weekend Imlek 2026
16 Feb 2026
FOTO: Sungai Cisadane Tercemar hingga Kasat Polres Bima Edarkan Sabu
16 Feb 2026
Gus Ipul: 11 Juta BPJS PBI Dinonaktifkan, 40 Ribu Ajukan Reaktivasi