Nasional 17 Feb 2026 1 views

34 Desa di Grobogan Jateng Terendam Banjir, 5.214 KK Terdampak

Judul: 34 Desa di Grobogan Jateng Terendam Banjir, 5.214 KK Terdampak Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 34 desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah t...

34 Desa di Grobogan Jateng Terendam Banjir, 5.214 KK Terdampak
Judul: 34 Desa di Grobogan Jateng Terendam Banjir, 5.214 KK Terdampak

Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 34 desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah terendam banjir. Banjir yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi sejak Minggu (15/2) malam menyebabkan ribuan warga terdampak.Selain itu, banjir juga dipicu kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar dan Sungai Tuntang yang menyebabkan sungai meluap.Lihat Juga :Banjir Landa 14 Desa di Grobogan Jawa Tengah, Tinggi Air Capai 1 Meter
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Total sebanyak 5.214 kepala keluarga (KK) terdampak dan satu unit rumah dilaporkan rusak berat," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin (16/2).BPBD merinci di Kecamatan Kedungjati ada tujuh desa terdampak akibat luapan Sungai Tuntang dengan tinggi muka air 20-40 cm, meski genangan kini sudah surut, seperti Desa Klitikan, Desa Kedungjati, Desa Wates, Desa Jumo, Desa Deras, Desa Kalimaro dan Desa Padas.
Kemudian, di Kecamatan Tegowanu ada beberapa desa yang terendam banjir dengan ketinggian air berkisar 20-100 sentimeter, yakni Desa Tajemsari, Desa Sukorejo dan Desa Kebonagung.[Gambas:Video CNN]Di kecamatan tersebut turut dilaporkan tanggul aungai Cabean di Desa Tajemsari jebol serta tanggul Sungai Jratun di Dusun Mbaru, Desa Kebonagung juga mengalami kerusakan. Kondisi saat ini berangsur surut.Sementara di Kecamatan Gubug, Desa Penadaran terdampak di tiga dusun dengan tinggi air 30-50 sentimeter dan kini telah surut. Namun, kerja bakti peninggian tanggul Sungai Tuntang terus dilakukan untuk mencegah luapan susulan.Lalu di Kecamatan Purwodadi, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah. Di Kelurahan Purwodadi tercatat 584 KK terdampak yang tersebar di lingkungan Jajar, Kemasan, Jetis Barat, Jetis Selatan, Simpang Utara, dan Banaran.Pilihan RedaksiBanjir Rendam Pantura Semarang, Macet 15 KilometerJelang Imlek, Pesisir Utara Surabaya Terendam Banjir Rob"Di Kelurahan Kalongan, Perumahan Permata Hijau terdampak cukup signifikan dengan ketinggian air mencapai satu meter dan 1.180 KK terdampak. Sementara itu, Desa Karanganyar (Dusun Karangasem) dan Desa Ngraji masih tergenang dengan tinggi air 20-50 sentimeter," tutur Muhari.Selanjutnya di Kecamatan Karangrayung, banjir terjadi di Desa Karangsono dan Desa Mojoagung.Banjir disebabkan tanggul Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak dan Dusun Klampisan, Desa Mojoagung jebol dengan panjang masing-masing sekitar 15 meter sehingga air masuk ke permukiman warga. Saat ini genangan berangsur surut dan tersisa di beberapa ruas jalan desa.Adapun di Kecamatan Geyer, tiga rumah di Desa Bangsri sempat terendam 25 sentimeter dan kini telah surut.Sedangkan di Kecamatan Toroh, sembilan desa terdampak, antara lain Desa Tambirejo, Katong, Sugihan dan sejumlah desa lainnya dengan ketinggian air 30-50 sentimeter. Kondisi di wilayah ini berangsur surut.
Selanjutnya di Kecamatan Pulokulon, Desa Karangharjo khususnya Dusun Legundi terdampak luapan Sungai Peganjing setinggi 50 sentimeter dan 30 warga melakukan evakuasi mandiri.Sementara itu, di Kecamatan Penawangan sedikitnya enam desa terdampak, termasuk Desa Leyangan, Toko, Sedadi, Tunggu, Karangwader, dan Pengkol. Hingga siang hari, beberapa desa di kecamatan ini masih tergenang.Selain berdampak pada permukiman, kata Muhari, banjir juga mengganggu transportasi nasional.Perjalanan kereta api lintas utara rute Jakarta-Surabaya terkendala akibat rel terendam banjir di Km 32 pada petak jalur antara Karangjati dan Gubug.Lihat Juga :BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat Sepekan ke Depan di Jawa-SumatraHingga Senin (16/2) pukul 14.00 WIB, pantauan tinggi muka air di Bendung Sedadi menunjukkan elevasi 26,68 mdpl atau berada pada level siaga dan berangsur turun. Namun, Pos Menduran mencatat tren kenaikan debit air."BNPB terus berkoordinasi bersama BPBD dan unsur terkait dalam upaya penanganan darurat, mulai evakuasi warga, distribusi logistik, monitoring lapangan, serta penguatan tanggul darurat yang dilakukan di sejumlah titik," ucap Muhari.Lebih lanjut, berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi dalam dua hari ke depan. Dengan kondisi tanggul jebol di beberapa lokasi dan debit sungai yang masih fluktuatif, ancaman banjir susulan tetap ada.Karenanya, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila debit air kembali meningkat."Keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat banjir di Grobogan," pungkas Muhari. (dis/chri)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260216191917-20-1328755/34-desa-di-grobogan-jateng-terendam-banjir-5214-kk-terdampak
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.