Nasional 08 Mar 2026 3 views

Satgas PRR Fokus Pulihkan Kondisi Sosial-Ekonomi Pascabencana Sumatra

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) saat ini memfokuskan upaya pemulihan pada sektor sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana di Aceh,...

Satgas PRR Fokus Pulihkan Kondisi Sosial-Ekonomi Pascabencana Sumatra
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) saat ini memfokuskan upaya pemulihan pada sektor sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, dalam kunjungan bersama Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, ke hunian sementara (huntara) di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skema bantuan. Bantuan tersebut meliputi penyediaan huntara hingga dukungan pemulihan ekonomi keluarga.

Setelah masa kedaruratan, pemerintah menyediakan hunian bagi para pengungsi, baik berupa hunian sementara maupun hunian tetap (huntap). "Berikutnya, bagaimana yang di pengungsian ini disiapkan hunian sementara, atau kemudian langsung hunian tetap," ujar Saifullah pada Jumat (6/3).

Mengingat skala bencana yang luas dan mencakup beberapa provinsi, penanganan melibatkan berbagai pihak seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. "Karena skalanya luas dan besar, Presiden melalui Pak Mendagri selaku Ketua Satgas menugaskan banyak instansi untuk terlibat," jelas Saifullah.

Sinergi juga melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Pekerjaan Umum, terutama dalam pembangunan huntara dan huntap. Saifullah menjelaskan bahwa kemungkinan akan ada perbedaan standar fasilitas dalam implementasinya. Ini karena pemerintah berupaya menyediakan tempat tinggal yang layak secepat mungkin bagi para pengungsi. "Daripada masyarakat terlalu lama berada di tenda pengungsian, lebih baik segera dipindahkan ke hunian sementara. Jika ada kekurangan di huntara nanti bisa diperbaiki atau disesuaikan," katanya.

Pemerintah juga menyiapkan bantuan sebesar Rp3 juta per kepala keluarga bagi mereka yang menempati huntara dan huntap, dengan asumsi sebagian besar peralatan rumah tangga hilang atau rusak akibat bencana. Selain itu, ada bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta per keluarga untuk membantu mereka memulai kembali kehidupan pascabencana. Selama tinggal di huntara, pemerintah memberikan bantuan jaminan hidup (jadup) untuk pembelian lauk pauk sebesar Rp15 ribu per orang setiap hari selama tiga bulan. "Jadi setiap orang menerima Rp450 ribu per bulan untuk kebutuhan lauk pauk dan diberikan selama tiga bulan," tutur Saifullah.

Saifullah juga menekankan pentingnya ketepatan data korban sebagai faktor vital dalam pemulihan Sumatra. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta segera melakukan pendataan secara detail melalui kolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). "Yang paling mengetahui kondisi masyarakat sampai ke kampung-kampung adalah bupati dan wali kota, sehingga pendataan harus dilakukan oleh pemerintah daerah," pungkas Saifullah.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260308172456-25-1335644/satgas-prr-fokus-pulihkan-kondisi-sosial-ekonomi-pascabencana-sumatra
Dapatkan update mingguan

Langganan newsletter Buletin8.