Kades Hoho Banjarnegara Dikeroyok, Propam Polda Jateng Turun Tangan
Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah (Jateng) tengah mendalami kasus dugaan pengeroyokan terhadap Kepala Desa (Kades) Purwasaba Banjarnegara, Hoho Alkaf. Penyel...
Terkait dugaan pengeroyokan kades oleh anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau organisasi kemasyarakatan (ormas), Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, menyatakan bahwa Polres Banjarnegara masih menyelidiki kronologi peristiwa yang terjadi pada Rabu (11/3) lalu.
"Polres Banjarnegara sedang menyelidiki kasus tersebut. Berita yang beredar di media sosial itu kan belum tentu terverifikasi dengan baik," kata Artanto pada Senin (16/3), seperti dikutip dari detikJateng.
Menurut Artanto, jajaran Polres Banjarnegara masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk memastikan fakta di lapangan. Propam Polda Jateng juga mendalami kasus ini setelah informasinya viral di media sosial.
"Propam juga sedang melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut. Informasinya di media sosial kan baru sepihak, faktanya belum tahu masih dilakukan penyelidikan," ungkapnya.
Sebelumnya, Kades Hoho mengaku menjadi korban pemukulan oleh anggota LSM setelah menghadiri audiensi terkait penjaringan perangkat desa pada Rabu (11/3) lalu. Ia menyebut pengeroyokan terjadi setelah audiensi kedua yang membahas polemik hasil seleksi perangkat desa. Hoho menduga anggota LSM tersebut marah karena gagal lolos penyaringan menjadi perangkat desa.
"Intinya kita baru ada penjaringan dan penyaringan perangkat desa. Tiga formasi kadus [kepala dusun]. Terus ada anggota LSM mendaftar, mengikuti tahapan dari awal sampai ujian. Terus tidak lolos, nilainya jelek," kata Hoho pada Senin kemarin.
Audiensi telah dilakukan dua kali dan para pihak menyatakan tidak ada pelanggaran. Setelah dinyatakan selesai, Hoho mengaku keluar dari ruangan. Namun, saat keluar dari pintu gedung, ia tiba-tiba diserang sejumlah orang.
"Saya begitu keluar pintu langsung dihujani pukulan dari belakang, samping. Sampai topi saya lepas, tapi enggak sampai jatuh. Sampai depan mobil, saya dari depan ditodong langsung dipukul, kacamata saya patah. Baru ada barikade [kepolisian]," ujarnya.
"Jadi dari Polres secara pengamanan juga kurang siap. Kalau dari Polres dibarikade dari depan pintu, pasti saya aman, enggak akan saya bajunya rusak, atributnya copot, kacamata pecah," lanjut kades tersebut.
Ia menyebut setelah berhasil masuk ke mobil, dirinya langsung meninggalkan lokasi dan pulang ke rumah. Terkait kejadian tersebut, Hoho mengaku telah melaporkan Kapolsek Mandiraja, AKP Akbarul Hamzah, ke Propam Polda Jateng.
"Saya melaporkan dugaan pelanggaran kode etik profesi polisi, karena berat sebelah, lebih melihat ke LSM padahal seharusnya netral, tidak antisipasi kericuhan," jelasnya.
"Terus mengeluarkan kata-kata yang tidak sepantasnya dari polisi apalagi Kapolsek. Dia mengeluarkan kata arogan (seperti) suruh disikat, dihajar," tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Banjarnegara, AKBP Mariska Fendi Susanto membenarkan Kapolsek Mandiraja dilaporkan ke Propam Polda Jateng akibat kasus dugaan pengeroyokan yang dialami Kades Hoho. Pihaknya menyerahkan kasus itu kepada Propam Polda Jateng.
"Kami juga menerima informasi itu (Kapolsek dilaporkan ke Propam) dan akan menyerahkan ke Propam Polda Jateng untuk mendalami. Intinya Kapolsek bertindak di lapangan sesuai situasi dan atas permintaan panitia," ujarnya.
Ia menjelaskan, peristiwa bermula dari audiensi terkait penjaringan perangkat desa di Desa Purwasaba. Polisi saat itu telah melakukan pengamanan, dipimpin Kapolsek Mandiraja.
"Audiensi tidak membuahkan hasil yang memuaskan, sehingga terjadi ketegangan, situasi memanas. Atas permintaan panitia, semuanya dibubarkan, dikeluarkan dari aula balai desa," terangnya.
Ia menegaskan, pihak kepolisian melakukan pengamanan terhadap Kades Hoho sejak keluar dari balai desa hingga tiba di rumahnya. Ia menyebut hanya ada teriakan, tetapi tidak ada tindakan kekerasan.
"Tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya konfirmasi ke Kapolsek yang mengawal ketat, saat menuju mobil memang kacamatanya dan papan namanya jatuh, tapi sudah diambilkan. Enggak ada pengeroyokan, semua kondusif," tuturnya.
Video yang memperlihatkan Kades Hoho dikerumuni massa itu viral di media sosial. Kades Hoho mengaku dirinya dikeroyok hingga kacamatanya patah.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260317111006-12-1338936/kades-hoho-banjarnegara-dikeroyok-propam-polda-jateng-turun-tangan
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
09 Apr 2026
Mensesneg Ungkap Arahan Rapat 4 Jam Prabowo: Kurangi Kebocoran
09 Apr 2026
Istana Kaji Kembali Pengiriman Prajurit TNI ke UNIFIL
09 Apr 2026
Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Lapas Cibinong Libatkan Ribuan Warga
09 Apr 2026
Perempuan Malang Lapor Polisi soal Suaminya yang Ternyata Wanita
08 Apr 2026
Mensesneg Pastikan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet di Waktu Dekat
08 Apr 2026
Kawal Gugatan UU TNI di MK, BEM UI Tolak Kebangkitan Negara Militer