Pramono Kutip BMKG: Idulfitri Kemungkinan Hujan di Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai cuaca panas ekstrem yang melanda ibu kota belakangan ini. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengutip...
"Yang pertama untuk menghadapi Idulfitri, memang data BMKG menunjukkan sebelumnya itu cuacanya panas," ujar Pramono di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (17/3).
Namun, kondisi ini diprediksi tidak akan bertahan hingga puncak perayaan. Pramono mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan BMKG, cuaca di ibu kota justru berpotensi turun hujan saat hari raya tiba. "Tetapi pada saat Idulfitri ada kemungkinan curah hujan menengah," jelasnya.
Dengan proyeksi curah hujan alami ini, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk tidak melakukan intervensi cuaca seperti hujan buatan dalam waktu dekat. "Sehingga dengan demikian, Jakarta masih belum memerlukan apa, dibuat hujan buatan," pungkas Pramono.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga meninjau kelayakan armada bus dan memastikan kondisi fisik para sopir mudik Lebaran 2026 bebas dari zat terlarang. "Saya juga mengecek secara langsung para pengemudi dilakukan pengecekan kesehatan dan juga narkoba. Dan tadi saya juga mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Perhubungan bahwa ram check sudah dilakukan bagi semua bus yang akan pulang kampung," kata Pramono.
Pramono juga mengantisipasi potensi penumpukan massa pada arus balik. Mengingat periode libur yang panjang, ia mengimbau pemudik untuk mengatur jadwal kepulangan secara bijak dan memanfaatkan layanan angkutan balik yang difasilitasi pemerintah daerah. "Dan kami juga meminta, menghimbau bagi warga yang nanti kembali ke Jakarta, karena ini liburnya panjang, tidak semua kemudian harus bertumpuk di awal," ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat pada program mudik dan balik gratis tahun ini melonjak tajam, dengan total 35.012 penumpang yang diangkut.
Selain itu, Pramono memastikan tidak akan ada operasi yustisi pasca-Lebaran bagi pendatang baru. Ia hanya berpesan agar setiap pendatang baru memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan Jakarta. "Orang yang datang ke Jakarta harapannya adalah orang yang dengan kemampuan seperti yang dibutuhkan Pemerintah Jakarta saat ini, ataupun dunia usaha yang ada di Jakarta," ujar Pramono.
Pramono menekankan pentingnya keahlian karena kerasnya persaingan hidup di Jakarta. Meskipun Jakarta terbuka bagi siapa saja, ia meminta para pendatang untuk bersiap menghadapi tantangan dan bekerja keras. "Karena kehidupan di Jakarta tidak seperti yang digambarkan bahwa baik-baik saja, ternyata tidak, harus bekerja keras untuk bisa melakukan itu. Dan kami sudah memutuskan tidak akan ada operasi yustisia. Jadi Jakarta terbuka bagi siapa saja," tegas Pramono.
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260317130442-20-1338991/pramono-kutip-bmkg-idulfitri-kemungkinan-hujan-di-jakarta
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
09 Apr 2026
Mensesneg Ungkap Arahan Rapat 4 Jam Prabowo: Kurangi Kebocoran
09 Apr 2026
Istana Kaji Kembali Pengiriman Prajurit TNI ke UNIFIL
09 Apr 2026
Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Lapas Cibinong Libatkan Ribuan Warga
09 Apr 2026
Perempuan Malang Lapor Polisi soal Suaminya yang Ternyata Wanita
08 Apr 2026
Mensesneg Pastikan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet di Waktu Dekat
08 Apr 2026
Kawal Gugatan UU TNI di MK, BEM UI Tolak Kebangkitan Negara Militer