Pemerintah Indonesia Siapkan Strategi Bebaskan 7 WNI Diculik Israel
Jakarta, Pemerintah Indonesia menyiapkan sejumlah langkah untuk membebaskan tujuh warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap tentara Israel dalam pelayaran kemanusiaan ke Gaza, Pa...
Ia menyebut pemerintah juga menyiapkan langkah antisipatif berupa penerbitan SPLP [Surat Perjalanan Laksana Paspor] apabila paspor para WNI tersebut disita serta dukungan medis apabila diperlukan.Selain itu, Dudung mengatakan perwakilan RI juga terus melakukan pendekatan ke otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian.
Sebelum Diculik Israel Jurnalis Thoudy Badai Kontak KeluargaKSP Beber Langkah yang Dilakukan terkait WNI Diculik Tentara IsraelKemlu-Perwakilan RI Siaga Penuh usai WNI di Flotilla Ditangkap IsraelEks Kepala Staf TNI AD itu juga menyatakan Indonesia telah bergabung dengan sembilan negara lainnya yaitu Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol yang mengutuk keras serangan Israel tersebut.Sebelumnya, terdapat sembilan WNI yang ikut serta dalam kapal pelayaran kemanusiaan GPCI pada misi Global Sumud Flotilla 2026 ke Gaza.Pada awal pekan ini mulanya dikabarkan lima dari sembilan WNI dicegat militer Israel dalam perjalanannya.Mereka adalah lima WNI itu yakni jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, jurnalis Tempo TV Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis dari GPCI Rahendro Herubowo, dan aktivis Rumah Zakat Andi Angga Prasadewa. Mereka tersebar di sejumlah kapal yang telah dicegat militer Israel. Rahendro, Thoudy, dan Andre menumpangi Kapal Ozgurluk, Abeng di Kapal BoraLize, sedangkan Andi Angga di Kapal Josef.Ketiga kapal itu diduga dicegat tentara Israel di perairan internasional saat akan bersama-sama misi Global Sumud Flotilla 2026 menembus blokade zionis untuk mencapai Gaza.Terbaru, pada Selasa (19/5) ini, pasukan Israel dikabarkan kembali menculik dua WNI yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla 2026. Dengan demikian, kini total tujuh WNI dalam misi pelayaran kemanusiaan global ke Gaza yang diculik pasukan Zionis.Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang mengonfirmasi penculikan terbaru WNI oleh tentara Zionis tersebut."Berdasarkan informasi terkini 19.50 WIB, jumlah WNI yang ditangkap Israel telah bertambah," kata Yvonne dalam rilis resmi, Selasa (19/5)."Dari total 9 WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0, kini sebanyak 7 (tujuh) WNI dilaporkan telah ditangkap," sambungnya.Kedua WNI itu Ronggo Wirasanu dan Herman Budianto dari Dompet Dhuafa. Keduanya ikut berlayar dalam kapal Zapyro.Sementara itu, dua WNI lainnya yakni Asad Aras Muhammad dan Hendro Prasetyo diketahui masih berada dalam kapal Kasr 1 Sadabat yang masih berusaha berlayar ke Gaza.
Yvonne mengatakan situasi di lapangan masih sangat dinamis. Kedua WNI yang saat ini masih masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan dan sewaktu-waktu dapat mengalami intersepsi atau penangkapan oleh militer Israel."Perwakilan RI terkait dalam posisi siaga penuh untuk segera menindaklanjuti setiap perkembangan di lapangan," ujar dia.Kementerian Luar Negeri melalui Perwakilan RI, kata Yvonne, akan terus memantau situasi, melakukan verifikasi posisi dan kondisi para WNI, serta menyiapkan langkah-langkah pelindungan yang dibutuhkan. (mnf/isn)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260519213316-32-1360173/pemerintah-indonesia-siapkan-strategi-bebaskan-7-wni-diculik-israel
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
BRI Gandeng Syailendra Capital Hadirkan Investasi Syariah Lewat BRImo
28 May 2026
Iduladha 2026, Pemkot Makassar Distribusikan 7.261 Sapi dan 402 Kambing
28 May 2026
Banjir Rendam 4 Desa di Bone Bolango, 1 Orang Hanyut Terseret Arus
28 May 2026
Kebakaran Gereja Stasi Santo Fransiskus Mimika, Api Diduga dari Altar
28 May 2026
Jemaah Haji RI Dilarang Lempar Jumrah Pukul 10.00-14.00, Ini Alasannya
28 May 2026
DPR Minta Pemerintah Investigasi Dugaan WNI Palsukan Riset