Video

17554 video
Pengamat Intelijen: AS-Israel akan Berusaha Menjauhkan Isu Gaza | AKIM
Play
12 Apr 2026 • 9 views
Pengamat Intelijen: AS-Israel akan Berusaha Menjauhkan Isu Gaza | AKIM
#tvOneNews #video berita #YouTube #Video

AKIM, - Pengamat Intelijen: AS-Israel akan Berusaha Menjauhkan Isu Gaza | AKIM Iran mempertimbangkan membatasi akses Selat Hormuz sebagai strategi dalam perundingan dengan Amerika Serikat. Peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisha Rasyidila Kusumasomantri, menilai langkah ini penting untuk menjaga daya tawar Iran agar tidak melemah di tengah negosiasi yang masih buntu. Menurut Aisha, Iran yakin gencatan senjata berpotensi gagal, sehingga pembatasan akses Selat Hormuz menjadi cara mempertahankan tekanan terhadap AS, Israel, dan sekutunya agar posisi Iran tetap kuat secara strategis.

Hidangan Kuliner dan Beragam Hiburan di Lebaran Betawi 2026 | AKIM
Play
12 Apr 2026 • 9 views
Hidangan Kuliner dan Beragam Hiburan di Lebaran Betawi 2026 | AKIM
#tvOneNews #video berita #YouTube #Video

AKIM, - Hidangan Kuliner dan Beragam Hiburan di Lebaran Betawi 2026 | AKIM Ribuan warga memadati kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat untuk merayakan puncak Lebaran Betawi 2026. Acara ini menghadirkan beragam atraksi budaya hingga kuliner khas Betawi yang menarik antusiasme tinggi masyarakat. Meski diguyur hujan gerimis, pengunjung tetap memadati lokasi dan rela antre panjang untuk menikmati makanan tradisional seperti kerak telur hingga dodol Betawi yang bahkan sempat habis karena tingginya minat.

Iran Ungkap Alasan Dua Kapal Tanker Milik Pertamina Indonesia Belum Bisa Melintasi Selat Hormuz
Play
12 Apr 2026 • 8 views
Iran Ungkap Alasan Dua Kapal Tanker Milik Pertamina Indonesia Belum Bisa Melintasi Selat Hormuz
#Tribunnews #video berita #YouTube #Video

Iran mengungkapkan alasan dua kapal tanker milik PT Pertamina masih belum bisa melintasi Selat Hormuz. Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa kedua kapal masih tertahan karena situasi di Selat Hormuz belum sepenuhnya normal. Menurutnya, jalur vital pelayaran minyak global itu masih berada dalam kondisi sensitif masa perang. Setiap kapal yang melintas harus mengikuti prosedur ketat dari otoritas Iran. "Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi biasa. Harus melalui beberapa protokol yang ditetapkan oleh pihak keamanan," kata Boroujerdi di Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Sabtu (11/4). Ia juga menegaskan bahwa semua kapal yang akan melintas harus melalui proses koordinasi dan negosiasi dengan penjaga keamanan iran. Protokol militer juga diterapkan untuk memastikan keamanan di tengah situasi konflik tersebut. "Pada masa seperti ini tentunya ada beberapa protokol yang harus dilalui, termasuk bernegosiasi dengan pihak keamanan dari Iran," imbuhnya. Boroujerdi menegaskan Iran pada prinsipnya tidak menutup akses, tetapi seluruh kapal harus mematuhi aturan yang berlaku di wilayah tersebut. "Semua harus melalui protokol yang ditetapkan," pungkasnya. Diketahui, dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang berada di Teluk Arab masih diupayakan untuk bisa melintas Selat Hormuz. Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menyam

Iran Siap Perang atau Damai, Klaim Posisi Lebih Unggul dalam Negosiasi dengan AS
Play
12 Apr 2026 • 10 views
Iran Siap Perang atau Damai, Klaim Posisi Lebih Unggul dalam Negosiasi dengan AS
#Kompas TV #video berita #KOMPASTV #YouTube #Video

PAKISTAN, KOMPAS.TV - Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk urusan hukum dan internasional, Kazem Gharibabadi, menjelaskan Iran siap untuk skenario apa pun, baik militer maupun diplomatik. Siap menghadapi beragam skenario, termasuk jika tidak tercapai kesepakatan dalam negosiasi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk urusan hukum dan internasional, Kazem Gharibabadi, mengklaim Iran memiliki posisi yang lebih unggul dalam negosiasi dengan Amerika Serikat saat mediasi yang dilakukan Pakistan di Islamabad, Pakistan. Gharibabadi menegaskan bahwa Teheran sangat serius, baik secara militer maupun dialog. Baca Juga Beda Pandangan AS & Iran Soal Pengembangan Nuklir dan Selat Hormuz Buat Negosiasi Buntu di Artikel ini bisa dilihat di :

🔴LIVE: Kronologi Pembacokan Kakak Kandung di Jaktim, Pelaku Ngamuk saat Ditegur Ngintip Gadis Mandi
Play
12 Apr 2026 • 10 views
🔴LIVE: Kronologi Pembacokan Kakak Kandung di Jaktim, Pelaku Ngamuk saat Ditegur Ngintip Gadis Mandi
#Tribunnews #video berita #YouTube #Video

Seorang pria inisial BW (31), mengalami luka parah usai dibacok adik kandungnya benama M Habibi pada Kamis (9/4/2026). Peristiwa berdarah ini terjadi di Kampung Pedaengan RT 03/08 No 23, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur (Jaktim). BW dibacok setelah menegur adiknya yang kedapatan mengintip gadis remaja usia 13 tahun sedang mandi. Merasa tak terima, pelaku kemudian membacok korban hingga BW mengalami luka serius. (Tribun-Video.com/Wartakotalive.com) Reporter: Miftahul Munir

Pengamat HI: Saling Tidak Percaya Antara Iran dan AS ini jadi Pemicu Gagalnya Perundingan | AKIM
Play
12 Apr 2026 • 9 views
Pengamat HI: Saling Tidak Percaya Antara Iran dan AS ini jadi Pemicu Gagalnya Perundingan | AKIM
#tvOneNews #video berita #YouTube #Video

AKIM, - Pengamat HI: Saling Tidak Percaya Antara Iran dan AS ini jadi Pemicu Gagalnya Perundingan | AKIM Pengamat Hubungan Internasional UI, Agung Nurwijoyo, menilai kegagalan perundingan antara Iran dan Amerika Serikat dipicu oleh krisis kepercayaan di antara kedua pihak. Rasa saling curiga membuat setiap tawaran sulit diterima dan memperpanjang kebuntuan negosiasi. Menurut Agung, kondisi ini menjadi ganjalan utama dalam diplomasi, meski gencatan senjata sempat membuka ruang negosiasi. Ketidakpercayaan yang sudah mengakar membuat proses perundingan berakhir deadlock dan sulit mencapai kesepakatan.

Beda Pandangan AS & Iran Soal Pengembangan Nuklir dan Selat Hormuz Buat Negosiasi Buntu
Play
12 Apr 2026 • 9 views
Beda Pandangan AS & Iran Soal Pengembangan Nuklir dan Selat Hormuz Buat Negosiasi Buntu
#Kompas TV #video berita #KOMPASTV #YouTube #Video

PAKISTAN, KOMPAS.TV - Amerika Serikat dan Iran menghadapi kebuntuan dalam negosiasi perdamaian yang dilakukan di Islamabad, Pakistan. AS mengklaim kesepakatan tak tercapai lantaran Iran menolak syarat soal program nuklir, sementara Iran menyebut AS menambahkan isu lain, termasuk soal Selat Hormuz. Amerika Serikat dan Iran mengakhiri negosiasi tanpa mencapai kesepakatan, dan nasib gencatan senjata selama dua minggu itu masih belum jelas. Amerika Serikat, melalui Wakil Presiden J.D. Vance, mengumumkan bahwa Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan setelah 21 jam negosiasi di Islamabad, Pakistan, dan menyebut hasil tersebut sebagai "kabar buruk bagi Iran". Ia menjelaskan, salah satu poin utama yang menyebabkan buntunya negosiasi adalah Iran menolak menerima persyaratan AS soal komitmen jangka panjang untuk menahan diri dalam pengembangan senjata nuklir. Sementara dari sudut pandang Iran, ketidaksepakatan terjadi karena "kesenjangan" pemahaman beberapa isu, di antaranya dimasukkannya topik-topik baru termasuk Selat Hormuz dan kawasan yang memperumit pembicaraan. Sebelumnya, delegasi Amerika Serikat dan delegasi Iran melakukan negosiasi selama 21 jam di Islamabad yang dimediasi Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Hingga kini, belum ada kepastian mengenai akhir dari ketegangan AS-Iran, apakah melanjutkan dialog atau lanjut berperang. Sementara Selat Hormuz yang merupaka

Ketegangan Selat Hormuz Berlanjut, Kapal Tanker Tertahan Usai Perundingan Iran-AS Buntu
Play
12 Apr 2026 • 8 views
Ketegangan Selat Hormuz Berlanjut, Kapal Tanker Tertahan Usai Perundingan Iran-AS Buntu
#Tribunnews #video berita #YouTube #Video

Ketegangan di Selat Hormuz masih berlanjut setelah perundingan antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Televisi pemerintah Iran pada Minggu menayangkan rekaman sejumlah kapal yang terlihat tertahan di jalur pelayaran strategis tersebut. Namun, tanggal dan lokasi pasti dari rekaman tersebut belum dapat diverifikasi secara independen hingga saat publikasi. Kantor berita ISNA melaporkan bahwa pada Sabtu, kapal tanker minyak raksasa Serifos berbendera Liberia, serta Cospearl Lake dan He Rong Hai berbendera China, berangkat dari Pelabuhan London melalui rute yang melintasi dekat Pulau Larak milik Iran. Masing-masing kapal tanker tersebut disebut memiliki kapasitas hingga dua juta barel minyak. Laporan tersebut muncul setelah perundingan antara Washington dan Teheran berlangsung selama 21 jam namun berakhir tanpa kesepakatan maupun kejelasan jadwal lanjutan pembicaraan. Menanggapi situasi ini, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, menegaskan bahwa Iran memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. “Hari ini kunci Selat Hormuz berada kuat di tangan kami,” tulisnya. Sementara itu, Ketua Parlemen Iran yang memimpin delegasi, Mohammad Bagher Qalibaf, menyatakan bahwa pihak Iran telah mengajukan berbagai inisiatif ke depan, namun pihak lawan gagal membangun kepercayaan dalam putaran perundingan kali ini. “Rekan-rekan kami dalam delegasi

Dokter Oky Ungkap Kondisi Nikita Mirzani di Lapas, Aktif Kegiatan Positif dan Makin Peduli Anak
Play
12 Apr 2026 • 7 views
Dokter Oky Ungkap Kondisi Nikita Mirzani di Lapas, Aktif Kegiatan Positif dan Makin Peduli Anak
#Tribunnews #video berita #YouTube #Video

Dokter Oky Pratama, sahabat Nikita Mirzani, mengungkap kondisi terbaru sang artis selama menjalani masa tahanan. Dokter kecantikan ini mengaku jarang menjenguk secara langsung karena kesibukan dan jarak yang cukup jauh. Komunikasi antara Oky dan Nikita lebih sering dilakukan melalui fasilitas wartel di dalam lapas. Dokter Oky yang juga sebagai CEO Benings Indonesia Group beranggapan Nikita Mirzani kini aktif mengikuti berbagai kegiatan positif di dalam lapas. Salah satu aktivitas yang rutin dijalani Nikita adalah mengikuti pelatihan keterampilan di lapas. Oky menyebut Nikita mulai menunjukkan perubahan sikap dengan mengisi waktu secara lebih produktif. Ia mengungkapkan bahwa Nikita kerap menceritakan aktivitas hariannya melalui komunikasi telepon. Selain itu, ketrampilan Nikita disebut semakin berkembang selama berada di dalam tahanan. Oky juga menilai sisi keibuan Nikita semakin kuat karena sering menanyakan kabar ketiga anaknya. Diketahui, saat ini Nikita Mirzani tengah menjalani hukuman penjara terkait kasus hukum yang menjeratnya. Nikita dijerat dengan hukuman penjara terkait kasus pemerasan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atas laporan Reza Gladys. Ia divonis hukuman 6 tahun penjara setelah melalui proses hukum panjang. Sumber: GRID

Pakar Minta JK Bijak & Tak Takuti Publik soal Chaos Juli-Agustus: Kita Tak Tahu Ada Kepentingan Apa
Play
12 Apr 2026 • 6 views
Pakar Minta JK Bijak & Tak Takuti Publik soal Chaos Juli-Agustus: Kita Tak Tahu Ada Kepentingan Apa
#Tribunnews #video berita #YouTube #Video

Founder Literasi Politik Indonesia, Ujang Komarudin, menilai statement Eks Wapres Jusuf Kalla (JK) soal potensi chaos pada Juli-Agustus 2026 perlu disikapi dengan kehati-hatian. Ujang Komarudin menilai bahwa statement itu bisa mempengaruhi persepsi publik dan stabilitas sosial. “Oleh karena itu, Pak JK juga mesti bijak dalam konteks membuat pernyataan dan menyikapi kondisi sosial politik yang ada,” ujar Ujang di Jakarta, Minggu (12/4). Ia mengingatkan agar pernyataan elite tidak justru menciptakan ketakutan di tengah masyarakat, terlebih ketika kondisi nasional dinilai dalam keadaan stabil. “Jangan sampai negara yang stabil ini, negara yang aman ini justru dikomentari atau ditakuti-takuti dengan tuduhan-tuduhan soal (potensi chaos) Juli dan Agustus seperti itu,” lanjutnya. Ujang juga menyoroti bagaimana ada deadline waktu yang spesifik soal kekacauan yang justru memperkuar kekhawatiran bahwa narasi itu tidak memiliki dasar yang jelas. Lebih jauh, Ujang juga menyinggung kemungkinan adanya kepentingan di balik pernyataan tersebut, meskipun ia menegaskan hal itu tidak dapat dipastikan. “Kita juga tidak tahu kalau misalkan Pak JK ada kepentingan lain, misalkan terkait dengan bisnisnya atau usahanya. Kita tidak tahu,” ucapnya. “Dalam konteks itu saya melihatnya bahwa Pak JK mungkin saja punya agenda lain, bisa saja punya kepentingan lain yang kita tidak tahu di belakangnya. Apakah a

Perundingan Iran-AS Sudah Diprediksi Gagal, Mantan Dubes LBPP RI untuk Lebanon: Dasarnya Rapuh
Play
12 Apr 2026 • 7 views
Perundingan Iran-AS Sudah Diprediksi Gagal, Mantan Dubes LBPP RI untuk Lebanon: Dasarnya Rapuh
#tvOneNews #video berita #YouTube #Video

AKIM, - Perundingan Iran-AS Sudah Diprediksi Gagal, Mantan Dubes LBPP RI untuk Lebanon: Dasarnya Rapuh | AKIM Iran mempertimbangkan membatasi akses Selat Hormuz sebagai strategi dalam perundingan dengan Amerika Serikat. Peneliti Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Aisha Rasyidila Kusumasomantri, menilai langkah ini penting untuk menjaga daya tawar Iran agar tidak melemah di tengah negosiasi yang masih buntu. Menurut Aisha, Iran yakin gencatan senjata berpotensi gagal, sehingga pembatasan akses Selat Hormuz menjadi cara mempertahankan tekanan terhadap AS, Israel, dan sekutunya agar posisi Iran tetap kuat secara strategis.

Dokter Oky Ungkap Kondisi Nikita Mirzani di Lapas, Aktif Kegiatan Positif dan Makin Peduli Anak
Play
12 Apr 2026 • 8 views
Dokter Oky Ungkap Kondisi Nikita Mirzani di Lapas, Aktif Kegiatan Positif dan Makin Peduli Anak
#Tribunnews #video berita #YouTube #Video

Dokter Oky Pratama, sahabat Nikita Mirzani, mengungkap kondisi terbaru sang artis selama menjalani masa tahanan. Dokter kecantikan ini mengaku jarang menjenguk secara langsung karena kesibukan dan jarak yang cukup jauh. Komunikasi antara Oky dan Nikita lebih sering dilakukan melalui fasilitas wartel di dalam lapas. "(Hampir setiap hari telepon) dia (Nikita) paling cerita-cerita kegiatan dia di dalem," ujar Oky. Dokter Oky yang juga sebagai CEO Benings Indonesia Group beranggapan Nikita Mirzani kini aktif mengikuti berbagai kegiatan positif di dalam lapas. Salah satu aktivitas yang rutin dijalani Nikita adalah mengikuti pelatihan keterampilan di lapas. "Nikita Mirzani lebih konsen sekarang, karena dia lagi di dalem, perkembangan anak-anaknya itu seperti apa," ungkap Oky. Oky menyebut Nikita mulai menunjukkan perubahan sikap dengan mengisi waktu secara lebih produktif. Ia mengungkapkan bahwa Nikita kerap menceritakan aktivitas hariannya melalui komunikasi telepon. Selain itu, ketrampilan Nikita disebut semakin berkembang selama berada di dalam tahanan. "Kalau saya hampir tiap hari ya untuk berkomunikasi lewat wartel (Warung Telekomunikasi) dari lapas gitu," jelasnya. "Kalau untuk jenguk secara langsung karena berhubung jauh ya, Nikita Mirzani tahu karena saya punya kesibukan," lanjutnya. "Tapi hampir tiap hari saya akan telepon dengan dia di wartel, dari jam 10 pagi sampai jam 2