Video
17554 video
Pendukung Hizbullah Tolak Negosiasi Lebanon-Israel | SAPA MALAM
AKIM, - Tuntutan Iran, Gaza Terlupakan | AKIM Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat kembali menemui jalan buntu karena perbedaan tuntutan yang sulit dipertemukan. Salah satu sorotan adalah isu Gaza yang tidak menjadi poin utama dalam pembahasan, meski tetap menjadi kepentingan strategis Iran. Sejumlah tuntutan Iran lebih berfokus pada kedaulatan, nuklir, hingga Selat Hormuz, sehingga isu Palestina tidak terlalu ditonjolkan dalam proposal utama. Kondisi ini memperlihatkan kompleksitas kepentingan yang membuat negosiasi sulit mencapai kesepakatan.
Seorang pria inisial IR (33) di Kelurahan Malakke, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, tewas ditikam menggunakan badik pada Sabtu (11/4/2026) malam. Pria yang bekerja sebagai wiraswasta tersebut dibunuh oleh Rahmat Bin Latte (32), setelah diduga menggoda istri pelaku. Korban ditikam di bagian perut secara berulang hingga tewas. Jasadnya kemudian ditemukan di area semak-semak. (Tribun-Video.com/Tribunwajo.com)
Seorang pria inisial IR (33) di Kelurahan Malakke, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, tewas ditikam menggunakan senjata tajam pada Sabtu (11/4/2026). Pria yang bekerja sebagai wiraswasta tersebut ditikam menggunakan badik oleh Rahmat Bin Latte (32), setelah diduga menggoda istri pelaku. Rahmat yang emosi kemudian menikam perut korban secara berulang hingga akhirnya IR meninggal di tempat. Jasadnya kemudian ditemukan di area semak-semak. (Tribun-Video.com/Tribunwajo.com) Reporter: M. Jabal Qubais
Para pendukung Hizbullah berkumpul di Alun-Alun Riad Al Solh, Beirut, untuk menyuarakan penolakan terhadap langkah pemerintah Lebanon yang akan melakukan negosiasi dengan Israel. Para pengunjuk rasa menyerukan perlawanan dan menolak upaya negosiasi dengan Israel. Mereka meyakini negosiasi dengan Israel akan sia-sia. Sebelumnya, Presiden Lebanon mengumumkan pembicaraan dengan Israel akan dimulai pada hari Selasa, di kantor Kementerian Luar Negeri Amerika. Pengumuman itu disampaikan setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, Kamis kemarin, menyatakan telah mengarahkan pemerintahannya untuk melakukan pembicaraan langsung dengan pemerintah Lebanon. Baca Juga Iran Siap Perang atau Damai, Klaim Posisi Lebih Unggul dalam Negosiasi dengan AS di Artikel ini bisa dilihat di :
Perundingan antara Iran dan AS di Islamabad Pakistan resmi gagal. Delegasi Iran telah menuju Teheran meninggalkan Pakistan seusai perundingan dengan AS berakhir tanpa kesepakatan. Media pemerintah Iran, Press TV menegaskan, delegasi tersebut dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf dan didampingi Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi serta sejumlah pejabat lain. Mereka meninggalkan Pakistan setelah menjalani negosiasi intensif. Perundingan yang berlangsung dalam kerangka “Islamabad Talks” itu difasilitasi dan dimediasi oleh Pakistan. Tak hanya delegasi Iran yang meninggalkan Islamabad, perwakilan AS juga melakukan hal yang sama. Delegasi AS dipimpin Wakil Presiden J.D. Vance dan turut melibatkan utusan khusus Steve Witkoff serta menantu Presiden AS, Jared Kushner. Vance juga meninggalkan Islamabad dan dilepas oleh pejabat Pakistan di bandara. Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref pada Minggu (12/4) menegaskan bahwa Teheran akan tetap memegang teguh haknya akan Selat Hormuz. Ia menambahkan bahwa Iran tetap berkomitmen untuk melindungi hak-haknya sambil melanjutkan upaya di jalur diplomatik dan nasional. Delegasi Iran dan AS mengakhiri putaran terbaru perundingan di Islamabad tanpa mencapai kesepakatan. Negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan tersebut berlangsung melalui beberapa putaran diskusi dan pertukaran usulan, namun jalannya perundingan belum menghasilkan adanya tero
AS, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku ada negosiasi yang sangat mendalam dengan Iran. Khusus soal Selat Hormuz, Trump mengatakan akan membuka selat tersebut. Saat perundingan dengan Iran sedang dibangun, Trump mengklaim pihaknya tengah membersihkan Selat Hormuz dari ranjau, dan akan membuka jalur itu meski Amerika Serikat tidak menggunakannya. Trump menambahkan, ia tidak peduli jika kesepakatan dengan Iran tidak tercapai. Sementara itu, Iran melalui anggota parlemen menegaskan persoalan di Selat Hormuz tidak dapat diselesaikan melalui negosiasi, karena selat tersebut diakui sebagai jalur perairan milik Republik Islam Iran. Baca Juga Pendukung Hizbullah Unjuk Rasa, Tolak Negosiasi dengan Israel | SAPA MALAM di Artikel ini bisa dilihat di :
Seorang pria paruh baya ditemukan tewas bersimbah darah di Desa Berancah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau pada Kamis (9/4/2026), sekitar pukul 11.00 WIB. Korban diketahui merupakan seorang toke karet dan sawit yang tewas dibunuh oleh seorang remaja inisial MRP (17). Berdasarkan informasi dari Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, pelaku nekat membunuh korban lantaran terpergok mencuri. (Tribun-Video.com/Tribunpekanbaru.com)
Seorang sopir bajaj dipalak preman di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Aksi pemalakan ini terjadi saat sopir bajaj sedang mengangkut penumpang. Inilah detik-detik aksi pemalakan yang dilakukan seorang preman di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Aksi pemalakan dilakukan preman saat sopir bajaj mengangkut penumpang di depan Pasar Blok A Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sopir bajaj bilang kerap dipalak oleh preman. Jika tidak diberi uang, pelaku tak segan merusak bajaj yang mereka gunakan untuk mencari nafkah. Soal aksi pemalakan preman ke sopir bajaj di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bilang telah meminta jajarannya menindak tegas aksi premanisme. Pramono menegaskan tidak akan berkompromi pada aksi premanisme. Baca Juga Sadis! Santri di Grobogan Dibegal saat Pulang dari Ponpes, Tangan Terluka Disabet Senjata Tajam di Artikel ini bisa dilihat di :
ISRAEL, KOMPAS.TV - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengungkap alasan Israel menyerang Iran karena negara tersebut dinilai hampir memiliki senjata nuklir. Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyatakan Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan setelah melakukan negosiasi selama 21 jam di Islamabad. Vance menyebut kegagalan negosiasi ini sebagai kabar buruk yang jauh lebih besar bagi Iran dibandingkan Amerika Serikat. Vance menjelaskan Iran memilih untuk tidak menerima syarat yang diajukan Amerika. Salah satu syarat yang diajukan Amerika adalah soal senjata nuklir. Vance menyatakan, dalam perundingan 21 jam yang dimediasi Pakistan tersebut, Iran tidak berkomitmen untuk meninggalkan program senjata nuklirnya. Baca Juga Negosiasi AS-Iran Gagal, Wapres AS JD Vance Sebut Kabar Buruk Lebih Besar untuk Iran | SAPA MALAM di Artikel ini bisa dilihat di :
Negara dengan senjata Nuklir Pakistan, mengerahkan jet tempurnya ke Arab Saudi. Pengerahan ini menjadi langkah perdana Pakistan seusai mereka menjadi tuan rumah pembicaraan gencatan senjata antara AS, Israel dan juga Iran. Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyebut, pesawat yang dikerahkan adalah campuran jet tempur dan jet pendukung. Jet tempur ini mendarat di Pangkalan Udara King Abdulaziz Timur Arab Saudi pada Sabtu (11/4/2026). Pengerahan tersebut dilakukan berdasarkan perjanjian pertahanan bersama yang ditandatangani pada September 2025. Perjanjian itu mewajibkan setiap negara untuk menganggap serangan terhadap negara lain sebagai serangan terhadap diri mereka sendiri. Saat jet tempur mendarat, Pakistan juga sedang menjadi tuan rumah negosiasi antara AS dan Iran di Islamabad. Empat hari sebelum pengerahan jet tempur, Arab juga sudah meminta Pakistan berdiri bahu-membahu dengan Arab. Kedua negara juga sepakat untuk mempercepat paket investasi Saudi yang dijanjikan untuk Pakistan senilai USD 5 miliar. Sementara itu, Iran meminta jaminan bahwa wilayah Saudi tidak akan digunakan untuk menyerang Teheran. Jaminan itu ditegaskan Teheran di tengah pengerahan jet tempur tersebut. Iran menjaga kendali perang dengan terus menargetkan serangan ke Arab Saudi. Terutama pangkalan-pangkalan penting dan gudang kedutaan besar AS di Riyadh. (Tribun-Video.com) Uploader: Bintang Nur Rahman
Perundingan penting antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berlangsung di Pakistan dimaksudkan untuk mengubah gencatan senjata dua minggu agar langgeng atau paling tidak berakhir dengan 'perdamaian'. Namun perundingan maraton yang berlangsung sekitar 21 jam itu berakhir tanpa kesepakatan antara AS dengan Iran. Berikut 5 poin penyebab mengapa perundingan tersebut gagal. 1. Kedua pihak kaku tidak mau kompromi Alasan utama kegagalan pembicaraan AS-Iran di Islamabad adalah karena kedua pihak tidak bersedia berkompromi atau bergeser dari tuntutan mereka. AS menuntut agar Iran menghentikan pengayaan uranium dan berkomitmen untuk tidak berupaya mengembangkan senjata nuklir di masa depan. Iran menolak. Mereka menegaskan bahwa program nuklirnya adalah untuk tujuan sipil yang damai. "Kami tidak dapat mencapai situasi di mana Iran bersedia menerima persyaratan kami," kata pimpinan delegasi AS yakni Wakil Presiden AS JD Vance. Kementerian Luar Negeri Iran menyebut tuntutan AS tersebut "berlebihan dan tidak masuk akal". Kesimpulan dari perundingan di Islamabad telah memberikan keuntungan bagi Iran. Iran, yang telah menunjukkan kemampuan yang lebih besar untuk menahan penderitaan dan memberikan biaya ekonomi asimetris kepada AS, tidak merasa perlu untuk memberikan konsesi dalam perundingan tersebut, kata para ahli. 2. Suasana tidak kondusif dan ancaman Trump Perundingan perdamaian membutu