Video
17554 video
Ebrahim Azizi, Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, menyatakan bahwa Teheran tidak memiliki kepercayaan terhadap Amerika Serikat, meskipun saat ini kedua pihak tengah memasuki fase negosiasi. “Kami sama sekali tidak mempercayai Amerika,” ujar Azizi, seraya menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai sosok yang “tertipu oleh dirinya sendiri, narsistik, dan tidak stabil.” Azizi menegaskan bahwa kehadiran Iran dalam perundingan bertujuan untuk menyampaikan tuntutan sah rakyat Iran serta menunjukkan posisi negara tersebut, baik di meja diplomasi maupun di bidang militer. “Kehadiran kami dalam negosiasi ini adalah untuk menyuarakan tuntutan sah rakyat Iran, membuktikan kebenaran kami di medan ini, serta menunjukkan bahwa kami terus melangkah kuat di front militer sambil tetap menyampaikan pandangan kami di meja perundingan,” katanya. Ia juga menekankan bahwa parlemen Iran akan menilai hasil negosiasi berdasarkan fakta di lapangan, bukan spekulasi mengenai masa depan. “Kami tidak bisa memprediksi hasil ke depan. Penilaian harus didasarkan pada realitas yang ada. Apa pun hasil dari negosiasi ini, jika ada hasilnya, itulah yang akan menjadi dasar penilaian kami,” tambahnya. Azizi turut menyampaikan pesan langsung kepada Amerika Serikat dan sekutunya, Israel. Ia menyarankan agar Washington tidak terus mengaitkan diri dengan Israel jika ingin menghindari kerugian reputasi lebih la
JAKARTA, KOMPAS.TV - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menjelaskan soal dua kapal Pertamina yang masih berada di Selat Hormuz. Boroujerdi mengatakan, keadaan di Laut Persia dan Selat Hormuz saat ini sedang tidak baik-baik saja, sehingga pihak Iran menerapkan protokol untuk setiap kapal yang melintas. Sehingga tiap kapal yang akan melintas harus menerapkan protokol perang dan berkomunikasi dengan pihak penjaga keamanan. Negosiasi seperti apa yang harus ditempuh pemerintah Indonesia agar kapal Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz bisa lolos? Kita bahas bersama pengamat Timur Tengah, Zulfan Lindan.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjaring kepala daerah lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT), menandakan korupsi masih masih berulang di lingkar kekuasaan. Sejauh ini, sudah ada enam kelapa daerah di Indonesia yang terkena OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepanjang tahun 2026. Terbaru, OTT KPK menyasar Bupati Tulungagung periode 2025–2030, Gatut Sunu Wibowo (GSW) pada Jumat (10/4/2026). Tak hanya Sunu, sejumlah orang terjerat kasus dugaan korupsi di lingkungan pemerintahan kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Termasuk ajudan Bupati Tulungagung, Dwi Yoga Ambal (YOG). Kini, mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi, yakni pemerasan dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Pemkab Tulungagung. Sebelumnya, pada bulan Maret, operasi senyap KPK juga menjerat kepala daerah. KPK mengamankan Bupati Cilacap, Jawa Tengah, Syamsul Auliya Rachman. Kabar OTT KPK terhadap Bupati Syamsul ini, mencuat pada Jumat (13/3/2026). Selain itu, masih ada dua kepala daerah di provinsi yang dipimpin Ahmad Luthfi yang terkena OTT. Mereka adalah Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dan Bupati Pati Sudewo. Sumber: Tribunnews Aplikasi: ChatGPT
Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyatakan Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan setelah melakukan negosiasi selama 21 jam di Islamabad. Vance menyebut kegagalan negosiasi ini sebagai kabar buruk yang jauh lebih besar bagi Iran dibandingkan Amerika Serikat. Vance menjelaskan Iran memilih untuk tidak menerima syarat yang diajukan Amerika. Salah satu syarat yang diajukan Amerika adalah soal senjata nuklir. Vance menyatakan, dalam perundingan 21 jam yang dimediasi Pakistan tersebut, Iran tidak berkomitmen untuk meninggalkan program senjata nuklirnya. Usai memberikan tawaran terakhir ke Iran, Vance langsung meninggalkan Islamabad. Saat perundingan AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terlihat menghadiri acara pertarungan seni bela diri campuran UFC di Miami. Trump sempat menyapa Presiden UFC, Dana White, dan komentator Joe Rogan sebelum duduk. Trump menyaksikan laga UFC bersama Menteri Luar Negeri, Marco Rubio, dan Duta Besar Amerika Serikat untuk India, Sergio Gor. Wakil Presiden JD Vance yang memimpin tim perundingan AS mengungkap, selama proses negosiasi di Islamabad, ia terus memberikan informasi kepada Presiden Donald Trump. Baca Juga Negosiasi Bersejarah Iran-AS di Pakistan Berakhir Tanpa Kesepakatan, Ini Alasannya! | SAPA MALAM di Artikel ini bisa dilihat di :
Tersangka kasus ijazah Jokowi, Rismon Sianipar menyebut Roy Suryo bukan peneliti. Namun seorang politisi. Hal ini disampaikan Rismon membeberkan isi penelitian di buku Jokowi's White Paper. “Biarkanlah dia, ya, politisi yang mengaku peneliti ini nanti kita telanjangi di sebuah tempat formal yang namanya pengadilan,” ujar Rismon dalam channel Youtube Balige Academy pada Sabtu (11/4/2026). Rismon menegaskan bahwa tak ada pendalaman soal telematika yang dilakukan Roy Suryo terhadap ijazah Jokowi. Rismon menegaskan bahwa dirinya siap melawan Roy Suryo dan membuktikan keaslian ijazah Jokowi. (Tribun-Video.com) Uploader: Bintang Nur Rahman
Pertemuan paling bersejarah antara Iran dan Amerika Serikat sejak Revolusi Iran 1979, dalam negosiasi di Pakistan pada Sabtu (11/4/2026) lalu, selesai tanpa kesepakatan. Iran menyatakan ada kesenjangan pendapat antara Iran dan Amerika Serikat mengenai beberapa isu krusial. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengungkap Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepahaman dalam beberapa hal, tetapi tidak pada dua atau tiga isu penting. Namun, Baghaei tidak merinci sejumlah isu tersebut. Perundingan Sabtu lalu berfokus pada isu nuklir, ganti rugi, pencabutan sanksi, perang berakhir permanen, serta penyelesaian konflik di kawasan. Baghaei menambahkan, Selat Hormuz yang menjadi topik baru dalam pertemuan itu membuat pembicaraan antara kedua negara semakin rumit. Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat berlangsung Sabtu malam di Hotel Serena Islamabad. Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk urusan hukum dan internasional, Kazem Gharibabadi, mengklaim Iran unggul dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat. Iran pun menyatakan siap menghadapi berbagai skenario, baik militer maupun diplomatik. Baca Juga Iran Tegaskan Tak Percaya AS dan Donald Trump: Narsistik dan Tidak Stabil di Artikel ini bisa dilihat di :
AKIM, - Bahas Energi dan Geopolitik, Presiden Prabowo akan Bertemu Vladimir Putin | AKIM Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan segera bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dalam waktu dekat. Pertemuan ini dikonfirmasi Menteri Luar Negeri Sugiono dan akan berlangsung di Rusia sebagai bagian dari agenda diplomasi strategis Indonesia. Pertemuan tersebut akan membahas isu penting seperti alternatif sumber energi hingga kondisi geopolitik global. Di tengah ketidakpastian pasokan minyak dunia, langkah ini dinilai penting untuk mengamankan kebutuhan energi nasional.
AKIM, - Drainase Buruk, Kantor Dishub Bandung Terendam Banjir | AKIM Banjir setinggi 10-30 cm merendam kawasan Kantor Dinas Perhubungan Bandung.
Kabar Petang, - Presiden Prabowo Dijadwalkan akan Bertemu Vladimir Putin | Kabar Petang Presiden Prabowo Subianto akan mengunjungi Rusia untuk bertemu Putin. Mereka akan membahas isu energi dan geopolitik global.
Kabar Petang, - Lapangan Banteng Ramai Pengunjung Lebaran Betawi 2026 | Kabar Petang Ribuan warga memadati Lapangan Banteng pada hari terakhir Lebaran Betawi 2026, menikmati kuliner khas dan atraksi budaya yang memukau, menjadikannya magnet bagi keluarga dan anak muda.
Presiden ke-7 Joko Widodo merespons permintaan dari eks wakil presiden Jusuf Kalla untuk membuka ijazahnya ke publik. Alih-alih menuruti desakan, Jokowi justru melayangkan tantangan balik kepada pihak-pihak yang menuding ijazahnya palsu untuk memberikan bukti konkret atas tudingan mereka. "Mestinya yang menuduh itu yang membuktikan, bukan saya disuruh menunjukkan," kata Jokowi, Jumat (10/4). Jokowi menuturkan bahwa dirinya tak menuruti desakan JK karena justru bisa menjadi keputusan buruk dan membuat publik bebas menuduh ijazah seseorang palsu. "Nanti semua orang bisa menuduh, dan (yang dituduh) disuruh menunjukkan buktinya. Kebalik-balik itu," ujarnya. Jokowi juga membantah narasi yang menyebut ia memberikan uang Rp 50 miliar pada Rismon Sianipar. "Logikanya gimana sih, kok saya yang beri duit, apalagi duit segitu. Itu duit dari mana, tutur Jokowi sambil tertawa," tegasnya Jokowi. (Tribun-Video.com) Uploader: Bintang Nur Rahman Reporter: Ahmad Syarifuddin
videografer: Lutfi akhmal editor: ridho hendrikos