UPH Kukuhkan 5 Guru Besar, Angkat Isu Korupsi hingga AI
Jakarta, Universitas Pelita Harapan (UPH) mengukuhkan lima guru besar dari berbagai bidang ilmu dalam sidang terbuka yang digelar di Grand Chapel, Kampus Utama UPH, Tangerang, Seni...
Dr. Drs. Ardi, M.M.Si., Ak., CA., membuka rangkaian orasi dengan mengangkat isu korupsi dari perspektif pengembangan diri melalui orasi berjudul Embrace the Corruptor.Ia menilai pendekatan terhadap korupsi selama ini cenderung berfokus pada aspek hukum dan sistem, sementara dimensi internal manusia kerap terabaikan."Orasi ilmiah ini bukan tentang politik.
Judul Embrace the Corruptor adalah sebuah provokasi intelektual, ironi, dan metafora kritis," ujar Ardi di lokasi, Senin (20/4).Pilihan RedaksiGibran Dorong AI Buat Urai Kemacetan Saat Mudik hingga Tangani Banjir3 Penerima Beasiswa PTFI dari Suku Amungme & Kamoro Raih Gelar DokterUPH Soroti Peran Keluarga dalam Pembangunan SDM IndonesiaMenurutnya, korupsi tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran aturan, tetapi juga kondisi batin yang kompleks."Korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga pembusukan sistemik batiniah serta penyalahgunaan amanah kekuasaan demi kepentingan pribadi," katanya.Sementara itu, Prof. Dr. Juliana, S.E., M.M., CPHCM, CMSP, CCBM., membahas perubahan paradigma sektor pariwisata yang kini tak lagi semata berorientasi pada layanan dan ekonomi.Dalam orasinya, ia menekankan bahwa pariwisata telah berkembang menjadi ruang penciptaan pengalaman sekaligus kebahagiaan bersama."Pariwisata telah bergeser dari sekadar industri layanan menjadi arsitektur kebahagiaan nasional," ujarnya.Ia menambahkan, keberhasilan sektor pariwisata kini tidak hanya diukur dari sisi ekonomi, tetapi juga dari pengalaman serta keterlibatan masyarakat.Orasi berikutnya disampaikan Prof.
Dr. Drs. Thomas Tokan Pureklolon, M.P.H., M.M., M.Si., yang mengajak refleksi tentang makna kekuasaan dalam kehidupan politik."Kekuasaan tidak dapat dipahami hanya sebagai relasi dominasi, melainkan sebagai relasi tanggung jawab," ujarnya.Menurut Thomas, kekuasaan seharusnya diarahkan untuk mencapai bonum commune atau kebaikan bersama."Makna sejati kekuasaan tidak terletak pada kemampuan untuk menguasai, melainkan pada tanggung jawab untuk mewujudkan kebaikan bersama," katanya.Sementara itu, Prof.
Dr. Ir. Drs. Khoe Yao Tung, M.M., M.Kom., M.Sc.Ed., M.Ed., D.Th., mengangkat tema transformasi pendidikan di era digital yang kian dipengaruhi perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). "Dunia masa kini adalah dunia personalisasi. Kondisi ini dapat berlangsung secara masif berkat kemajuan teknologi informasi dan digitalisasi, termasuk artificial intelligence," ujarnya.Ia menjelaskan, pendekatan pembelajaran kini semakin disesuaikan dengan kebutuhan individu siswa."Personalized learning merupakan pendekatan yang menyesuaikan proses belajar dengan karakteristik unik setiap siswa, seperti kemampuan, minat, kebutuhan, gaya, dan kecepatan belajar," katanya.Adapun Prof.
Dr. Tanggor Sihombing, B.A., M.B.A., menyoroti pentingnya audit dalam menjaga kepercayaan publik terhadap laporan keuangan.Lihat Juga :Tak Perlu Tes, Ini 7 Cara Mengetahui Tingkatan IQ Diri SendiriIa menekankan bahwa tantangan audit tidak hanya berkaitan dengan kesalahan teknis, tetapi juga potensi kecurangan.Menurutnya, kompetensi auditor, independensi, serta pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas informasi keuangan.Rangkaian pengukuhan ini turut dihadiri pimpinan universitas serta tamu undangan dari berbagai kalangan.Melalui pengukuhan lima guru besar ini, UPH menegaskan komitmennya dalam memperkuat kontribusi akademik yang berdampak luas, sekaligus mendorong lahirnya pemikiran kritis dan solusi inovatif bagi masa depan. (nga/tis)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260420142742-284-1350027/uph-kukuhkan-5-guru-besar-angkat-isu-korupsi-hingga-ai
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
20 Apr 2026
Bacaan Talbiyah Haji Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
20 Apr 2026
Indonesia Peringkat 5 Dunia Diabetes, Banyak Tak Sadar Sudah Sakit
20 Apr 2026
Guru Besar UPH Soroti Etika AI hingga PR Pariwisata RI
20 Apr 2026
5 Alasan Kucing Mendekat Saat Kita Menangis
20 Apr 2026
8 Makanan yang Diam-diam Bikin Stres Makin Parah
20 Apr 2026
Zat Kimia Plastik Picu 2 Juta Kelahiran Prematur? Ini Kata Studi