Sebelum Diculik Israel Jurnalis Thoudy Badai Kontak Keluarga
Jakarta, Hani Hanifa Humanisa (56), ibu dari jurnalis Thoudy Badai, mengungkapkan kontak terakhir dengan anaknya sebelum ditangkap tentara Israel saat mengikuti misi kemanusiaan me...
Menurut dia, komunikasi selama perjalanan dilakukan secara terbatas dan hanya pada waktu-waktu tertentu sesuai kondisi di lapangan."Tidak terlalu sering komunikasi, paling kalau momen-momen tertentu saja. Biasanya kalau tukar shift atau kita tanya kondisi, ya hal-hal teknis seperti makan di mana atau lagi di mana," katanya.
DPR Desak Pemerintah Pastikan Kondisi WNI-Jurnalis Diculik IsraelPP Muhammadiyah Kecam Israel Culik 5 WNI, Desak PBB BertindakPalestina Kecam Israel Culik Relawan Termasuk WNI di FlotillaHani menjelaskan pihak keluarga telah melakukan diskusi panjang terkait risiko yang mungkin dihadapi dalam misi tersebut sebelum keberangkatan, termasuk kemungkinan terburuk yang telah disampaikan sejak awal."Kita sudah ngobrol panjang dengan Odi (Thoudy Badai). Saya tanya kondisi secara umum gimana, terus risikonya gimana, risiko yang paling jeleknya itu bagaimana. Kita sudah tahu kondisi di sana," ujarnya.Ia menuturkan pada awalnya sempat tidak memberikan izin saat Thoudy mengikuti pelatihan di Tunisia untuk persiapan ke Gaza, tetapi kemudian memberikan izin setelah melihat keyakinan dan kesiapan anaknya."Saat itu saya tidak kasih izin karena kekhawatiran yang sangat mendalam. Namun saya melihat ada passion (semangat) Odi sehingga jadi diizinkan," katanya.Hani juga menyebut keputusan mengizinkan keberangkatan diambil setelah anaknya menyampaikan tingkat keyakinan untuk mengikuti misi tersebut.Pada kesempatan tersebut ia menyampaikan bahwa keluarga memahami kompleksitas situasi di lapangan dan menyerahkan kepercayaan penanganan kepulangan anaknya kepada Pemerintah Indonesia."Kami menaruh kepercayaan penuh kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri dan jajaran terkait, yang kami yakini tengah bekerja melalui jalur diplomasi untuk memastikan keselamatan dan pemulangan relawan," ucapnya.Ia juga menyebut keluarga masih terus memantau perkembangan informasi terkait kondisi Thoudy Badai dan menunggu kabar resmi dari pihak terkait.Keluarga juga berharap proses komunikasi dan upaya diplomatik yang dilakukan dapat berjalan lancar sehingga para relawan yang terlibat dapat segera memperoleh kejelasan informasi.Sebelumnya, Lima Warga Negara Indonesia yang ikut dalam kapal pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia pada misi Global Sumud Flotilla 2026 ke Gaza ditangkap tentara zionis Israel (IDF).Kelima WNI itu adalah Rahendro Herubowo, Andre Prasetyo Nugroho, Thoudy Badai, Bambang Noroyono alias Abeng, dan Andi Angga Prasetya. Mereka tersebar di sejumlah kapal yang telah dicegat oleh militer Israel.Rahendro, Thoudy, dan Andre menumpangi Kapal Ozgurluk, Abeng di Kapal BoraLize, sedangkan Andi Angga di Kapal Josef. Ketiga kapal itu dicegat IDF.Empat dari lima orang itu merupakan jurnalis. Abeng dan Thoudy merupakan jurnalis Republika, Andre dari Tempo, dan Hery seorang jurnalis iNews.Sementara Angga merupakan aktivis kemanusiaan dari Rumah Zakat. (antara/isn)
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260519195525-20-1360136/sebelum-diculik-israel-jurnalis-thoudy-badai-kontak-keluarga
Dapatkan update mingguan
Langganan newsletter Buletin8.
Terkait
Lihat kategori
28 May 2026
PSI Jawab PDIP: Jokowi Tak Pernah Terbuka Dukung Partai
28 May 2026
Polisi Dalami Motif Lain Pria Bunuh-Lempar Jasad Wanita dari Tol Bogor
28 May 2026
Komisi III DPR: APBN Buat Hewan Kurban Banpres Tak Salah Secara Hukum
28 May 2026
PSI Beber Jokowi Akan Keliling Daerah Temui Masyarakat dan Kader
28 May 2026
Kenapa Istiqlal Tak Bagi-Bagi Langsung Daging Kurban?
28 May 2026
Kasus Selebgram Brunei di Blok M: Korban Kirim VN Tantang Berkelahi