Video
17513 video
Baca Selengkapna di Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei memberikan pernyataan saat Idul Adha. Ia memberi peringatan keras kepada AS yang disebut melanggar gencatan senjata. Hal itu disampaikan Mojtaba Khamenei dari balik tempat persembunyiannya. Pihaknya menegaskan bahwa AS tak lagi memiliki tempat aman di kawasan Timur Tengah. Pasalnya Korps Garda Revolusi Islam Iran akan menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS. Ia menyebut posisi AS di Timur Tengah makin melemah dari hari ke hari. Oleh sebab itu, Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa Timur Tengah bukan menjadi tameng AS "Amerika Serikat, selain tidak lagi memiliki tempat aman di kawasan untuk agresi dan pendirian pangkalan militer, juga semakin jauh dari posisi yang pernah dimilikinya dahulu setiap hari," kata Mojtaba Khamenei. Diketahui Kementerian Luar Negeri Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata selama 48 jam terakhir. Melalui pernyataannya pada Selasa (26/5), Iran tidak merinci pelanggaran AS. Namun AS mengakui bahwa pasukannya melancarkan serangan ke kapal-kapal Iran yang sedang mencoba memasang ranjau. Sementara itu, media iran melaporkan bahwa terdengar suara ledakan di Bandar Abbas. Bahkan AS disebut menyerang Pulau Larak hingga 4 warga Iran tewas. Sementara itu, Iran menuduh Amerika Serikat (AS) melanggar gencatan senjata setelah melancarkan serangan di dekat Selat Hormuz. Serangan AS menyasar targ
Umat muslim di seluruh penjuru Iran merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026). Di Tehran, ibu kota Iran, pelaksanaan salat Idul Adha dipusatkan di Universitas Tehran dan dipimpin langsung oleh ulama senior Ayatollah Seyed Ahmad Khatami. Jemaah yang hadir tidak hanya dari kalangan masyarakat umum, tetapi juga diikuti oleh sejumlah besar pejabat tinggi politik dan militer negara tersebut. Dalam khotbahnya, Ayatollah Seyed Ahmad Khatami menyampaikan pesan geopolitik yang tegas. Ia menegaskan bahwa musuh-musuh bangsa Iran tidak akan pernah bisa mencapai tujuan mereka untuk mempermalukan atau meruntuhkan harga diri Iran. Secara khusus, Khatami menyentil sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menyebut pemimpin yang berada di "Gedung Hitam"—merujuk pada Gedung Putih—sebagai sosok yang keliru jika mengira bisa mendikte Iran. Menurutnya, tawaran dialog yang kerap dilayangkan AS belakangan ini bukanlah negosiasi yang tulus, melainkan kedok untuk memaksa Iran menyerah. "Tunduk pada penghinaan adalah puncak dari keburukan. Musuh menginginkan kehancuran martabat bangsa Iran, tetapi ambisi itu akan mereka bawa sampai ke liang kubur," tegas Khatami di hadapan ribuan jemaah, seperti diberitakan WANA News. Khatami juga mengutip pesan yang disampaikan sehari sebelumnya oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, kepada para jemaah haji. Pesan tersebut me
Pelaksanaan salat Idul Adha di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur diwarnai insiden ledakan petasan balon udara, Rabu (27/5/2026). Imbas peristiwa ini, sebanyak satu warga dilaporkan tewas karena mengalami luka parah. Adapun saat ini insiden nahas tersebut tengah diselidiki oleh kepolisian setempat. (TribunVideo.com) Penulis: Samsul Hadi | Editor: Ndaru Wijayanto Reporter: Samsul Hadi
JAKARTA, KOMPAS.TV - Istri mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan, Silvia Rinita Harefa, berharap sang suami dapat divonis bebas dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi K3 yang tengah bergulir di Pengadilan Tipikor. Harapan tersebut disampaikan Silvia saat menjenguk Noel di Rumah Tahanan KPK pada momen Hari Raya Idul Adha. Dalam kesempatan itu, Silvia menyebut kondisi Noel dalam keadaan sehat dan tetap menjalani proses hukum dengan tegar. Ia juga berharap persidangan yang sedang berlangsung bisa segera selesai agar keluarga dapat kembali berkumpul seperti sedia kala. Menurut Silvia, Noel turut menyampaikan harapannya agar proses vonis segera diputus oleh majelis hakim. Silvia berharap suaminya mendapatkan hukuman seringan-ringannya, bahkan bila memungkinkan divonis bebas. Sidang vonis kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi K3 yang menjerat Immanuel Ebenezer Gerungan dijadwalkan berlangsung pada 4 Juni mendatang. Artikel ini bisa dilihat di :
Polres Bantul saat ini tengah menyelidiki kasus pembubaran terhadap jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) yang hendak melakukan ibadah di Kapanewon Sewon. Adapun sebelumnya aksi pembubaran terhadap jemaat GMS terjadi pada Minggu (24/5/2026). (TribunVideo.com) Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Joko Widiyarso Reporter: Neti Istimewa Rukmana
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi polemik pembelian hewan kurban oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak 1.098 ekor sapi dibeli menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui anggaran Bantuan Kemasyarakatan Presiden. Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Niam mengatakan, pembelian sapi kurban Prabowo menggunakan APBN tidak masalah secara hukum Islam. Langkah tersebut dinilai sah secara syar'i karena peruntukannya kembali kepada kemaslahatan masyarakat luas. "Terkait dengan pembelian sapi dari APBN oleh Presiden melalui Banpres, saya kira ini secara syar'i tidak ada soal (tidak bermasalah)," kata Niam, dikutip dari laman resmi MUI pada Rabu (27/5/2026). Niam menambahkan, model pengadaan hewan kurban oleh Prabowo menggunakan kas negara juga memiliki landasan fikih yang kuat. Dalam konteks bernegara saat ini, APBN bertindak sebagai Baitul Mal modern. Oleh karena itu, kurban yang dilakukan oleh presiden menggunakan anggaran tersebut pada hakikatnya adalah kurban atas nama negara yang ditujukan bagi rakyat. "Sehingga kurban dari negara untuk kepentingan masyarakat. Dan itu tidak ada soal secara syar'i," sambungnya. Selain dari aspek hukum agama, MUI juga menilai mekanisme ini sangat logis dari sisi teknis birokrasi negara. Niam menyamakan pembelian sapi kurban ini dengan program-program bantuan sosial lainnya yang rutin disalurkan oleh pemerintah melalui Banpres
Badan Gizi Nasional (BGN) akan memberikan sanksi bagi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memprioritaskan kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B). Deputi Pemantauan dan Pengawas (Tauwas) BGN, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dadang Hendrayuda, menjelaskan aturan tentang pelayanan minimal 300 penerima manfaat dari kelompok 3B ini wajib dilaksanakan mulai tanggal 2 Juni 2026. Adapun aturan itu tertera dalam Surat Edaran (SE) Nomor 5 Tahun 2026 yang dirilis Senin (25/5/2026). Dalam SE 5/2026 dapur MBG yang tidak melayani kelompok 3B minimal 300 orang per 2 Juni 2026 akan ditangguhkan secara mayor. Dadang mengatakan sanksi yang akan dikenakan kepada Dapur MBG yang tidak memprioritaskan kelompok 3B berupa penghentian sementara (suspend) dan pencabutan insentif Rp6 juta per hari. Dadang menjelaskan sanksi akan dikenakan sampai pemenuhan ketentuan dapat dibuktikan oleh pihak SPPG.
BOGOR, KOMPAS.TV Jasad seorang wanita dibuang dari atas Tol Yasmin, Kota Bogor. Polisi mengungkap korban lebih dahulu dibunuh di dalam mobil sebelum jasadnya dibuang di kawasan flyover Tol Yasmin. Pelaku berinisial MF berhasil ditangkap kurang dari 1x24 jam setelah laporan penemuan jasad diterima polisi. Kasus ini bermula pada Jumat malam, 22 Mei 2026. Korban diajak makan oleh pelaku, lalu diajak berkeliling menggunakan mobil milik korban menuju kawasan sepi di dekat Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Polisi menyebut pelaku kemudian mengeksekusi korban menggunakan dasi hingga korban tak sadarkan diri. Setelah itu, pelaku berkeliling selama beberapa jam untuk mencari lokasi pembuangan jasad. Saat melintas di kawasan Yasmin, pelaku membuang korban dari atas jalan tol. Aksi tersebut terekam CCTV di sekitar flyover Tol Yasmin. Usai kejadian, pelaku membawa kabur mobil korban, uang tunai sekitar Rp4 juta, serta sejumlah barang pribadi milik korban. Tim gabungan Satreskrim Polresta Bogor Kota dan Resmob Polda Jawa Barat kemudian melacak keberadaan pelaku melalui rekaman CCTV. Polisi sempat melakukan aksi kejar-kejaran dengan pelaku di Tol Cisumdawu. Petugas akhirnya melakukan tindakan tegas terukur karena pelaku dinilai tidak kooperatif dan membahayakan pengendara lain di jalan tol. Keluarga juga menegaskan pelaku bukan pacar korban, melainkan hanya teman sekolah. Berdasarkan pengak
GAZA, KOMPAS.TV - Dua serangan udara menghantam Kota Gaza pada Selasa (26/5/2026) malam, menjelang Iduladha menewaskan sedikitnya 3 orang dan melukai 12 lainnya. Serangan menargetkan sebuah bangunan tempat tinggal di kawasan komersial tersibuk di Kota Gaza. Para saksi mengatakan, pesawat tempur Israel menembakkan beberapa rudal ke gedung tersebut menyebabkan kerusakan besar di daerah itu. Pemerintah Israel mengklaim serangan itu menargetkan Mohammed Odeh, sosok yang disebut sebagai pemimpin baru sayap militer Hamas. Militer Israel juga melancarkan serangkaian serangan ke kawasan Nabatieh, Lebanon Selatan seiring dengan meningkatnya pertempuran Hizbullah dan Israel. Media Lebanon melaporkan 14 serangan udara Israel di Kota Yohmor Al-Shaqif menghancurkan puluhan rumah. Serangan tambahan dilaporkan menghantam Kota Zotar Al-Sharqiya di mana dua orang tewas. Juru Bicara militer Israel bilang tentaranya akan beroperasi di daerah tersebut dan mendesak penduduk untuk pindah ke utara Sungai Zahrani. Baca Juga Warga Gaza Rayakan Iduladha di Tengah Krisis, Harga Ternak Melonjak Drastis | KOMPAS SIANG di _ Artikel ini bisa dilihat di :
Seleksi Paskibraka atau Pasukan Pengibar Bendera Pusaka tingkat Sulsel jadi sorotan setelah seorang siswi asal Kota Makassar disebut tersingkir dari daftar calon peserta nasional. Diketahui, siswi tersebut sempat diklaim berada di posisi tiga besar calon wakil Sulsel untuk bertugas di Istana Negara. Namun, gagal maju ke tingkat nasional dan digantikan peserta lain. Perubahan hasil seleksi ini menimbulkan pertanyaan terkait transparansi penilaian oleh panitia dan tim seleksi tingkat provinsi. Merespons hal ini, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin berharap panitia benar-benar profesional dan transparan dalam setiap tahap seleksi. Munafri mendukung siswa CA karena sudah berlatih berbulan-bulan untuk seleksi Paskibraka nasional. Untuk membahas hal ini, sudah bergabung melalui sambungan daring Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik atau Kesbangpol Provinsi Sulawesi Selatan, Bustanul Arifin. Sahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: Sahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui:
JAKARTA, KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah makin jatuh hingga ke level Rp17.800 per dolar AS. Meski rupiah terus mengalami tekanan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ke depan rupiah bakal tetap terkendali. Saat ditanyai hasil simulasi "stress test" Kementerian Keuangan untuk pelemahan rupiah, Purbaya tekankan Kemenkeu sudah berhitung dengan matang. Termasuk dengan mempertimbangkan harga minyak dunia yang terus melonjak. Purbaya menambahkan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar gejolak rupiah tetap terkendali. Salah satunya melalui intervensi di pasar obligasi. Menanggapi rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika, Purbaya bilang hal itu tidak masuk akal karena fundamental ekonomi Indonesia bagus. Untuk menahan agar rupiah tidak semakin ambruk, pemerintah mengeluarkan aturan tegas per satu Juni mendatang. Melalui PP Nomor 2 dan 21 Tahun 2026, eksportir sektor sumber daya alam dan nonmigas wajib memarkirkan 100 persen devisa hasil ekspor atau DHE di perbankan dalam negeri. Dolar tersebut wajib dikunci selama 12 bulan. Sehingga, jika dolar di dalam negeri melimpah, maka harga dolar akan turun dan rupiah bisa lebih kuat. Tak hanya dari sisi fiskal, dari sisi moneter, Bank Indonesia juga ikut menyalakan alarm dengan menaikkan suku bunga acuan BI Rate menjadi 5,25 persen. Tujuannya agar para investor asing mau tetap menyimpan uangnya di Indonesia, sekaligu
Jemaah Haji Indonesia Laksanakan Lempar Jumrah di Mina | INDONESIA UPDATE Sahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: Sahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui: